Rawon, Sup Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera

Rawon mantap dinikmati selagi hangat, apalagi bersama sepiring nasi putih mengebul. Slurp!

rawon
Rawon (Foto: bumbureseep.blogspot.co.id)

Sup adalah salah satu hidangan akulturasi Eropa dan Tiongkok.

Konon, sup pertama yang hadir di kalangan rakyat Indonesia berasal dari Pulau Jawa.

Seiring adanya migrasi besar-besaran di masa lampau, sajian sup ikut tersebar dan menyesuaikan karakter daerah masing-masing.

Sajian sup memang diadaptasi dari kultur lain. Namun, orang Indonesia berhasil mengkreasikan resep-resep baru dengan rempah khas Nusantara.

Kini, hidangan sup Indonesia semakin banyak ragamnya. Tiap sajian memiliki ciri khas daerah masing-masing, entah dari segi bahan, bumbu, hingga cara penyajian.

Salah satu sup khas Indonesia adalah rawon. Hidangan berkuah ini berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Sop Buntut, Segar dan Gurihnya Sup Ekor Sapi Kebanggaan Indonesia

Kuah rawon berwarna cokelat kehitaman. Warna tersebut berasal dari bumbu istimewa, yakni keluak atau kluwak.

Biji kluwak kerap dipakai sebagai bumbu masakan Nusantara, misalnya sop konro, daging bumbu kluwak, brongkos, dan tentunya rawon.

Orang Jawa biasa menyebutnya pucuk, kluwak, atau kluwek. Sunda menyebutnya picung atau pucung, sedangkan Toraja menyebutnya pamarrasan.

Selain memberi warna gelap, kluwak juga menyumbang rasa gurih pada kuah.

Untuk mengolahnya, siapkan kluwak berkulit keras. Pilih kluwak yang tidak pahit dengan warna cokelat kehitaman.

Memarkan kulit kluwak terlebih dahulu agar daging bijinya mudah diambil.

Setelah itu, haluskan daging kluwak dengan bumbu rawon lainnya, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, serai, kunyit, jahe, dan kemiri.

Tumis bumbu terlebih dahulu sebelum memasukkan potongan daging yang sudah direbus.

Daging yang digunakan pada rawon adalah daging sapi bagian sandung lamur.

Tekstur daging yang empuk dengan lapisan lemaknya benar-benar pas dengan kuah segar gurih.

Baca juga: Resep Sup Ayam Kampung Khas Klaten

Saat disajikan, sup ini dilengkapi dengan taburan tauge pendek, bawang goreng, dan seledri.

Rawon akan terasa makin lengkap dengan sepiring nasi putih hangat dan lauk pelengkapnya.

Ada berbagai macam lauk pelengkap rawon, misalnya irisan timun, sambel lombok goreng atau terasi, telur asin, dan kerupuk udang.

Kini, masakan ini mudah ditemui di luar Jawa Timur. Citarasa yang nikmat menjadikan rawon sebagai salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up