Logo Balanga

Piong Beras Toraja ala Kendari

 Piong Beras Toraja ala Kendari

Pagi itu saya terbangun karena tiba-tiba ingat janji saya untuk membantu Oma memasak piong ayam.

Setelah selesai berbenah, saya tancap motor ke rumah Oma yang jauhnya kira-kira 3 km dari rumah.

Oma adalah orangtua teman saya di tanah rantau, Kendari, ini.

Oma adalah orang Toraja asli yang masih kental dengan budaya Toraja termasuk kebiasaan memasak piong beras untuk disediakan sebagai makanan ketika Natal atau Tahun Baru.

Jadi saya sangat senang ketika saya berkesempatan untuk membantu Oma memasak makanan khas Toraja di Kendari.

Sesampainya di sana, Oma sedang memeras pandan yang sudah diblender sambil memasukkannya ke dalam dandang besar berisi kira-kira 65 liter.

Jumlah yang cukup banyak. Ia pun mengaduknya. Kemudian ia mencicipi rasanya.

“Jahenya masih kurang terasa.” katanya sambil mengambil jahe yang sudah diblender dan memerasnya. “Sudahmi, jangan terlalu banyak. Nanti rasanya terlalu tajam.” katanya lagi dengan logat Toraja yang masih cukup kental.

Ternyata sebelumnya saya datang, Oma sudah memeras bawang merah, bawang putih serta sedikit serai ke dalam santan tersebut. Lalu kemudian menambahkan garam secukupnya.

Ya, ini adalah bahan dasar cairan untuk membuat piong. Saya baru pertama kali melihatnya.

Saya sempat bertanya-tanya, dimana ayam yang akan menjadi bahan utama? Saya lalu bertanya kepada Oma.

“Nantipi sore dibuat rica-rica, Nak.” Katanya.

“Ohh, jadi ini mau buat piong apakah Oma?” Saya akhirnya sadar bahwa saya salah. Kali ini bukan piong ayam yang akan Oma masak.

“Piong beras, Nak.” Jawabnya

Ohhh ???? Baiklah kali ini saya akan membantu Oma memasak piong beras.

Piong beras adalah masakan asli dari Toraja.

Sebenarnya di daerah lain makanan sejenis juga ada dengan sebutan yang berbeda. Di Padang, Dayak, Tebing Tinggi atau beberapa daerah biasa disebut Lemang.

Di daerah Sibolga, kampung halaman saya, disebut Lomang. Jadi sobat sudah bisa tahu kan masakan seperti apa Piong beras ini.

Ya, benar. Jadi walaupun disebut piong beras, ini adalah ketan yang dicampur dengan santan berbumbu yang dimasukkan ke dalam bambu yang dilapisi daun pisang muda di dalamnya lalu dibakar.

Rasanya sobat juga sudah pasti dapat menduga kan? Ya, sangat lezat apalagi dicampur sesuai selera.

Bisa dengan bumbu-bumbu manis seperti selai, gula merah kental, gula pasir campur kelapa, dan lain-lain. Atau dengan bumbu-bumbu asin seperti ikan bakar, ayam rica-rica, atau sop ayam.

Namun kebiasaan di sini, Kendari, piong beras Toraja dimakan dengan piong ayam. Seperti namanya piong ayam juga adalah ayam bumbu yang dimasukkan ke dalam bambu lalu dibakar.

Semoga lain waktu saya berkesempatan untuk membantu Oma memasak piong ayam dan membagikan ceritanya kepada sobat.

Demikianlah kami memasak piong beras toraja sebanyak 67 ruas bambu. Sangat menyenangkan. ????

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *