Perkedel Kentang Kornet Bikin #JadiKangenIbu

Empat belas tahun yang lalu, tepatnya saat aku masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, ibu harus meninggalkan aku karena urusan pekerjaan ayah di Jakarta.  Aku paling dekat dengan Ibu.

Awalnya aku sedih, tapi rasa sedih itu terobati setiap Ibu menelfonku tiap akhir pekan.

Aku selalu bilang “Kangen Ibu” & “Kangen Masakan Ibu”.

Ya, ada tiga masakan mama yang tidak akan bisa kulupakan sejak kecil.

Yang pertama adalah perkedel kentang kornet, yang kedua adalah bistik sapi asam manis, dan yang terakhir adalah ikan pallumara khas Makassar.

Ketiga masakan itu selalu mengingatkanku pada ibu, terutama Perkedel Kentang Kornet hmmm.

Tahun demi tahun berlalu. Dari SD ke SMP. Hampir setiap tahun aku berlibur ke Jakarta, sekalian bertemu Ibu.

Setiap ke Jakarta Ibu pasti masakin ketiga masakan itu.

Tepat saat lulus SMP, aku diajak pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan.

Rasanya bercampur aduk, antara sedih karena harus meninggalkan kota kelahiranku Makassar dan senang karena bisa hidup dengan Ibu di Ibukota.

Tiga tahun telah berlalu, kini aku telah lulus SMA. Aku tidak langsung kuliah, aku sempat bekerja untuk memastikan, apakah MEMASAK beneran passion-ku?

Ya aku harus kembali ke Makassar, bekerja sambil menjaga Nenek yang kurang sehat saat itu. Dan harus sedih lagi karena tidak serumah dengan Ibu.

Setahun bekerja di Makassar, aku merasa aneh. Kok kerja gitu-gitu aja ya. Berkembang dari segi skill tapi agak stuck dari segi knowledge.

Kebetulan nenek sudah lebih sehat. Kini sudah saatnya aku kembali ke Jakarta supaya bisa lebih maju dan juga supaya bisa makan masakan Ibu lagi tentunya.

Akhirnya aku kembali ke Jakarta dan kuliah di salah satu sekolah masak di daerah Tangerang.

Karena jarak Jakarta – Tangerang yang cukup jauh, aku memutuskan untuk ngekos yang artinya harus terpisah lagi dari Ibu untuk ketiga kalinya.

Tapi yang ini beda, biasanya terpisah ke Makassar, masih ada keluarga. Tapi kali ini pertama kalinya aku merasakan hidup sendiri, hidup di kos, pertama kali ngekos.

Aku berusaha tegar dan tidak lemah seperti teman-temanku yang setiap hari homesick. Tapi aku tidak bisa munafik. Aku tidak bisa membohongi diri sendiri. Aku homesick tapi tidak se-akut teman-temanku.

Aku berusaha mencari kesibukan dengan membaca buku dan bekerja part time untuk meredam rasa kangen dengan Ibu hmmm.

Kembali tentang kos, di kos aku makan sangat terbatas rumah aku bisa makan sepuasku, ya aku membanding-bandingkan dua hal yang berbeda hmm.

Di rumah aku bisa makan gratis, sekarang semuanya harus bayar.

Hmmm aku curhat dengan Ibu, curhat tapi bukan mengeluh. Dan seketika pada akhir bulan Ibu memutuskan untuk mengunjungiku di kos dan ini berlangsung setiap akhir bulan, membawakan masakan-masakan favoritku.

Salah satunya perkedel kentang kornet yang ada di gambar ini. Bentuknya yang oval sudah menjadi ciri khas perkedel Ibu.

Tahun demi tahun telah berlalu, akhirnya aku memasuki semester akhir, aku menjalani semester akhir sambil bekerja di salah satu French Fine Dining Resto di Jakarta. YEY!! KEMBALI KE JAKARTA yang artinya bisa kembali tinggal sama Ibu.

Ya saat ini aku sangat senang TAPI dari satu sisi aku sadar, umurku sudah 21. Sebentar lagi aku lulus. Apakah masih pantas aku tinggal di rumah bersama Ibu?

TENTU TIDAK !! Aku harus mandiri, dewasa, mencari hidupku di luar sana. Kehidupan yang sesungguhnya di Ibukota. Merasakan asam garam dunia. Sebentar lagi hidupku yang sesungguhnya akan dimulai. Berkarir sesuai passion tentunya akan sangat menyanangkan, hidup sendiri lagi dan yang pastinya #JadiKangenIbu 

Yeah “Cooking with passion, skill, talent, heart, and art.” Kata-kata itu sudah menjadi motto memasakku sejak tahun 2012 hingga hari ini. Sekian dulu . . . Ini kisahku, kisah nyata tampa rekayasa. Bagaimana kisahmu ?? 

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *