Ote-ote dan Kerupuk Pecel Makanan Masa Kecilku

Kata ibu, Avy kecil itu paling sulit banget kalau di suruh makan nasi. Padahal ibu sudah berusaha memasak menu makanan kesukaan, seperti sayur bobor atau tahu terik.

Tapi masa iya tiap hari harus masak kedua sayur itu terus? Bisa protes dong saudara yang lain. Dan uniknya, saya juga sangat suka makan sayur pecel.

Meskipun sejak kecil sudah tinggal di Madiun, gak ada bosennya tuh sama yang namanya nasi pecel.

Nah, ini satu-satunya menu yang bisa membantu ibu untuk menyelamatkan kebiasaan saya yang sulit makan nasi. Beliau sering menyediakan sambal pecel kering, yang bisa di olah sewaktu-waktu.

Biasanya di buat bervariasi. Misalnya hari ini nasi di kasih sayuran dan sambal pecel. Atau di lain hari ibu bikin ote-ote atau heci (bahasa madiun) yang atasnya di kasih sayuran dan bumbu pecel juga.

Apalagi kalau ditambahi kerupuk dengan cucuran sambal pecel juga, wuiiih sedap banget.

Maka Ote-ote dan Kerupuk Pecel inilah sampai sekarang masih menjadi menu favorit saya. Meskipun sudah lebih dari 25 tahun saya berumah tangga dan tinggal di luar kota, ibu masih rajin banget mengirimi saya bumbu sambal pecel kering.

Beliau tetap merasa khawatir kalau saya masih suka sulit banget untuk makan nasi. Memang kadang-kadang begitu sih. Dan cara jitu untuk mengatasinya ya bikin sendiri ote-ote plus kerupuk yang dicucuri sambal pecel.

Menu tersebut tidak hanya menolong kebiasaan saya yang kurang bagus, tapi juga membuat rasa kangen saya sama ibu bisa terobati.

Tiap bulan beliau tidak pernah absen untuk kirim sambal pecel. Jadi saya merasa selalu dekat banget dengan beliau.

Memang tepat ungkapan “kasih ibu sepanjang jaman”, karena beliau tidak akan pernah melupakan kebiasaan anaknya meski sudah tinggal berjauhan dan sudah hidup mandiri. Begitulah kisah saya dengan Ote-ote dan Kerupuk Pecel.

Love you mom

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *