Gaya Hidup Nasi Padang “Halo Orang Minang, Sehat?”

Gaya Hidup Nasi Padang “Halo Orang Minang, Sehat?”
Lezatnya Sepiring Nasi Padang dengan Lauk Lengkap. (Foto: jktgo.com)

Berapa kali kamu makan nasi Padang dalam seminggu? Kalau terlalu sering berarti harus hati-hati, nih.

Hidangan Minang memang terkenal dengan kelezatan dan tekstur creamy-nya.

Rasa gurih ini datang dari penggunaan santan kelapa.

Ketika santan bertemu dengan kekayaan rempah Sumatera, dijamin penikmatnya langsung kalap dan menambah nasi.

Baca juga: Nasi Kapau, “Saudara” Nasi Padang dari Tanah Minang

Tapi coba perhatikan kandungan di balik lezatnya rendang dan gulai.

Mayoritas sajian Minang memakai santan, daging, dan banyak rempah.

Santan dan daging (merah dan unggas) memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi.

Asam lemak jenuh merupakan jenis lemak yang memadat dalam suhu ruang.

Jadi kalau lebih sering beraktivitas dalam ruangan, kamu lebih mudah gemuk dari orang-orang outdoor.

Jika konsumsinya berlebihan, kandungan ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Ada tiga jenis bentuk gangguan kardiovaskuler, yakni gagal jantung, stroke, dan jantung koroner.

Menurut data Dinas Kesehatan Sumatera Barat, penyakit tersebut merupakan faktor kematian tertinggi sepanjang 2016 di Padang dan sekitarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, pun mengatakan bahwa penyakit kardiovaskuler adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Baca juga: Cipera, Hidangan Terbuat dari Ayam Khas Tanah Karo

Coba hitung sepiring nasi Padang.

Misalnya pesan nasi satu porsi dengan tambahan rendang, gulai ayam, sayur nangka, sambal ijo, dan daun singkong.

Seporsi nasi putih kira-kira mengandung 135 kalori.

Jika ditambah sepotong daging rendang berukuran 40 gram, totalnya sudah 215 kalori.

Seporsi sayur nangka (100 gram) mengandung 66 kalori, sedangkan sepotong ayam gulai 250 kalori.

Intinya, kamu harus berlari hampir sejam non stop untuk membakar kalori nasi Padang di atas.

Selain santan dan daging, ternyata takaran garam dalam masakan Padang itu tinggi, lho.

Meski dibuat dengan aneka rempah, keseimbangan rasa diciptakakan dengan tambahan garam.

Jadi, jangan heran kalau lauk masakan Minang terasa gurih dan kaya.

Sayangnya, Indonesia punya batasan konsumsi garam sehari yakni lima gram atau satu sendok teh.

Aturan ini bukan tanpa alasan ya. Terlalu banyak garam juga menyebabkan penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.

Baca juga: Anyang, Sayur Urap Khas Aceh dan Sumatera

Sebetulnya, makan nasi Padang bukanlah larangan.

Selama tahu kapan berhenti, risiko penyakit di atas tak perlu menganggu tidur malam.

Kalaupun kamu tinggal di Padang, gulai dan masakan bersantan lainnya tak perlu jadi menu harian.

Masih banyak sajian sehat dari Minang, seperti urap khas Sumatera yaitu anyang.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up