Nasi Kapau, “Saudara” Nasi Padang dari Tanah Minang

Tak selamanya hidangan Minang identik dengan Kota Padang

Nasi Kapau, “Saudara” Nasi Padang dari Tanah Minang

Siapa yang tak suka nasi padang?

Sajian nasi dengan aneka lauk Minang ini sukses merebut hati banyak orang.

Tak hanya masyarakat lokal, turis mancanegara pun ikut jatuh cinta.

Nasi padang biasa ditemukan dalam warung atau restoran yang khusus menyajikan hidangan khas Sumatera Barat.

Misalnya gulai, ikan bakar, telur dadar, sayur santan, balado, hingga si populer rendang.

Baca Juga: 15 Olahan Rendang yang Rasanya Nendang!

Penyajian makanan dalam rumah makan Padang pun terbilang unik.

Ketika duduk di meja, kamu tidak diberi daftar menu seperti restoran lainnya.

Beragam jenis lauk akan langsung diantar ke meja lengkap dengan sepiring nasi hangat.

Intinya, kamu akan dihidangkan seperti bangsawan dan raja-raja.

Rumah makan Padang sebetulnya tak selalu asli Padang.

Masyarakat daerah lain seperti Pariaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, dan Agam juga mengelola bisnis rumah makan dengan konsep yang sama.

Rumah Makan Padang kini sudah jadi bisnis waralaba atau franchise.

Kesuksesan bisnis rumah makan Padang bertajuk “Sederhana” didalangi oleh Bustaman, lelaki asal Tanah Datar yang merantau ke Jakarta.

Bustaman memulai bisnis rumah makan ini sejak 1970-an.

Baca juga: Gulai Cubadak, Gulai Lezat dari Minangkabau

Pada dasarnya, nasi padang lebih familier dalam masyarakat.

Namun, ada kuliner lain yang konsepnya mirip nasi padang, yaitu nasi kapau.

Nasi kapau berasal dari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Meskipun terbilang “saudara”, nasi padang dan nasi kapau punya beberapa perbedaan.

Sayur nangka kapau atau yang biasa disebut “gulai kapau” memakai tambahan buncis dan kol. Sementara sayur nangka padang hanya pakai nangka muda.

Menu lain yang tak kalah otentik adalah gulai tambusu.

Gulai ini terbuat dari usus sapi yang diisi adonan telur dan tahu. Warna kuah gulainya cenderung kuning dan terasa gurih.

Penataan lauk yang dijual pun berbeda satu sama lain.

Lauk nasi padang ditata pada etalase dan disusun lebih tinggi dari kepala penjualnya.

Sedangkan lauk nasi kapau berada di atas meja panjang dan posisinya lebih rendah dari si penjual.

Penjual pun harus memakai sendok bergagang panjang agar bisa menjangkau lauk yang paling jauh.

Kalau kamu penasaran, warung nasi kapau kini bisa ditemukan di luar Sumatera Barat. Coba cek di kotamu!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up