Menikmati Makanan Mentah a la Indonesia

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia itu kaya ragam kuliner, dari yang berminyak dan berlemak, hingga yang menyehatkan tanpa campuran bahan kimia hingga bahan penyedap rasa. Sayangnya, kebanyakan kuliner Indonesia banyak yang belum terdengar khalayak luas. Contoh saja raw food.

Hidangan sehat khas Indonesia ini masih kalah pamor di kalangan pecinta makanan sehat dibandingkan hidangan raw food a la barat, seperti salad atau ceviche.

Baca juga: Urban Salad Circus Jadi Alternatif Menu Sehat Bagi Jakartans

Indonesia memiliki berbagai macam raw food, atau makanan mentah yang tidak mengalami proses dimasak dengan panas tinggi, atau hanya dengan suhu panas berkisar 42-45 derajat celcius saja.

Cara mengolah raw food lainnya adalah dengan fermentasi atau dimasak secara alami dengan memanfaatkan zat asam (citric acid).

Salah satu raw food Indonesia yang terkenal adalah rujak. Hidangan ini bisa dijuluki sebagai rajanya raw food Indonesia karena ada banyak jenisnya.

Di antaranya, ada rujak petis asal Madura, serta rujak khas Bali, yaitu rujak kuah pindang yang disajikan dengan kuah ikan yang segar bersama irisan buah dan rujak bulung yang berbahan utama rumput laut segar.

Masih banyak jenis rujak lain yang tersebar di seantero nusantara, sebut saja rujak cingur dari Surabaya, rujak natsepa dari Ambon, dan rujak ugroh dari Aceh.

Nah, tidak ada salahnya untuk kenalan dengan 7 makanan raw food asli Indonesia yang lain. Siapa tahu kamu jadi jatuh hati ‘kan?

1. Rujak Buah

Satu porsi rujak buah bisa mengandung berbagai macam buah-buahan, dari yang manis, sepat sampai asam semuanya bersatu dalam satu tempat dan disiram dengan bumbu pedas yang kental.

Menikmati satu porsi rujak segar yang sederhana pun tidaklah sulit, karena bahan-bahannya mudah ditemukan. Seperti resep rujak dari pemilik akun Instagram @kalinaazis yang bisa disiapkan di rumah:

Bahan

100 gr gula merah
3 sdm air asam
5 buah cabai rawit pedas
3 buah cabai merah
1 sdt terasi matang
2 sdm kacang tanah goreng
buah-buahan secukupnya
garam secukupnya

Cara membuat

  1. Cabai, garam, dan terasi diulek sampai halus, atau ulek kasar tergantung selera, lalu masukan gula merah dan kacang tanah ulek kasar, dan diulek merata.
  2. Tambahkan air asam, koreksi rasa bila terlalu kental boleh ditambah air asam atau air biasa.
  3. Kupas buah, cuci dan tiriskan, lalu potong-potong.
  4. Siapkan piring susun buah lalu siram dengan bumbu rujak atau dipisah sesuai selera.
  5. Rujak buah sudah siap dimakan.

2. Lawar Ayam Kacang Panjang

Bila kamu pecinta kuliner Bali, pasti sudah tidak asing dengan kuliner satu ini. Lawar biasa disajikan untuk acara keagamaan atau upacara adat. Walau demikian, ia bisa ditemui di warung-warung dan dinikmati tiap saat.

Hidangan ini terdiri dari sayuran yang mentah atau setengah matang, dicampur dengan daging yang sudah dimasak dengan bumbu.

Tergolong sehat untuk dikonsumsi, karena tak mengandung pengawet dan selalu disajikan dalam keadaan segar.

Biasanya daging yang digunakan oleh masyarakat Bali adalah daging babi, ditambah darah binatang untuk membuat lawar berwarna merah.

Bagi yang tidak bisa memakan daging babi ataupun darah binatang, lawar bisa disajikan tanpa kedua bahan tersebut, dan menggunakan daging ayam sebagai pengganti.

Tidak perlu jauh-jauh menyeberang pulau, sajian ini juga bisa dibuat sesuai selera di rumah. Contek saja resep Lawar Ayam Kacang Panjang dari @carolienamonica berikut ini.

Bahan

250 gr dada ayam, rebus kemudian suwir kecil-kecil
100 gr kelapa parut, sangrai hingga sedikit kecokelatan
7 batang kacang panjang, cuci bersih lalu potong kecil-kecil
6 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 buah cabai merah, iris serong
7 buah cabai rawit merah, iris
kaldu ayam bubuk secukupnya
garam secukupnya
merica secukupnya
daun pisang secukupnya untuk mengukus
tetesan irisan jeruk purut, sesuai selera

Cara membuat

  1. Masukkan kaldu ayam bubuk, merica dan sedikit garam ke dalam ayam yang sudah disuwir, aduk-aduk rata, kemudian bungkus dengan daun pisang. Kukus selama 30 menit.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit sampai harum, sisihkan.
  3. Campur kacang panjang, kelapa parut yang sudah disangrai, tumisan bawang dan kaldu ayam bubuk. Aduk hingga rata.
  4. Masukkan ayam ke dalam campuran kelapa dan kacang panjang, aduk hingga rata. Koreksi rasa bila diperlukan.
  5. Tambahkan tetesan irisan jeruk purut bila suka, dan hidangkan dengan nasi hangat.

3. Naniura

Seperti apa sashimi khas Indonesia? Berbeda dengan versi Jepang yang mengutamakan rasa dari ikan, sashimi Indonesia kaya rasa.

Naniura namanya, sebuah sajian khas tanah batak yang menggunakan ikan mas mentah sebagai sumber proteinnya.

Masakan sehat dari Sumatera Utara ini baik untuk kesehatan karena semua bahan-bahannya berasal dari alam, tanpa menggunakan banyak bahan penyedap.

Sajian satu ini dulunya hanya dinikmati oleh raja-raja Batak. Seiring waktu karena banyak masyarakat yang menyukainya, naniura jadi mudah ditemukan terutama di daerah Danau Toba.

Ikan mas mentah atau yang disebut dekke ini direndam menggunakan air asam dan jeruk purut. Zat asam inilah yang akan memasak daging ikan mas secara alami.

Proses masak naniura ini aslinya memakan waktu 3 sampai 5 jam demi menghasilkan daging yang kenyal dan mudah disobek, setelah itu ikannya akan disiram dengan berbagai bumbu khas.

Kamu bisa membuat naniura di rumah dengan resep dari Dapur Teh Enur berikut.

Seporsi naniura olahan rumah. (Foto: Dapur Teh Enur)

Bahan

1 kg ikan mas segar

Bahan bumbu

3 buah asam jungga atau 10 bh jeruk nipis, ambil sarinya
1 sdm andaliman
100 gr kemiri, sangrai
5 cm lengkuas, parut dan ambil airnya
10 cm kunyit
2 bunga rias (kecombrang/honje), kukus sampai empuk
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
100 gr cabai merah keriting
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya

Cara membuat

  1. Bersihkan ikan mas dari sisik dan insangnya. Ambil bagian dagingnya saja (fillet). Atau bila suka, bisa dibelah dua dan pastikan bersih dari isi dan kepala. Tiriskan dan sisihkan.
  2. Goreng kunyit, bawang merah dan bawang putih hingga matang, sisihkan.
  3. Campurkan bahan yang sudah digoreng di atas dengan andaliman, kemiri, dan cabai merah, lalu tambahkan sedikit air dan blender hingga halus.
  4. Campurkan bumbu halus dengan air jeruk nipis dan sari lengkuas. Tambahkan garam secukupnya.
  5. Balur bumbu ke seluruh permukaan ikan. Bisa sampai seluruh daging ikan terendam bumbu.
  6. Tutup dan diamkan selama minimal 5 jam, untuk mematangkan daging ikan dan bumbu meresap, lalu sajikan.

4. Gohu Ikan

Tidak jauh beda dengan sashimi a la tanah batak naniura, gohu ikan adalah sashimi a la orang-orang Ternate di Maluku Utara.

Makanan ini dibuat dengan bahan dasar ikan tuna atau cakalang merah dengan proses memasak hanya dengan disiram air panas, namun tetap menghasilkan rasa yang kaya.

Gohu ikan memiliki cita rasa unik seperti asam segar, gurih, dan sedikit manis yang nikmat. Ia biasanya disajikan sebagai makanan pendamping nasi atau bubur sagu.

Selain rasanya enak, gohu ikan juga terkenal menyehatkan karena tidak mengandung bahan kimia sama sekali.

Sobat icip bisa membuatnya sendiri di rumah dan dinikmati bersama keluarga dengan mengikuti resep dari @chuznuldwityasari.

Bahan

250 gr ikan tuna
2 sdm olive oil
10 cabai rawit, iris-iris
1 genggam kemangi; sebagian diiris, sebagian dibiarkan utuh
8 siung bawang merah, iris-iris
2 buah lemon cui, jika tidak ada bisa diganti dengan jeruk nipis
air panas secukupnya
garam secukupnya

Cara membuat

1. Ikan tuna mentah dipotong dadu, lalu dicuci sampai bersih.

2. Siram air panas, tunggu beberapa saat, lalu tiriskan.

3. Lumuri dengan perasan lemon cui dan garam.

4. Campurkan dengan irisan kemangi, bawang merah, dan cabai.

5. Tambahkan olive oil.

6. Sajikan gohu ikan dengan daun kemangi segar.

5. Asinan Jakarta

Nama sebenarnya adalah asinan betawi, dengan cita rasa pedas dan manis yang menyegarkan.

Hidangan satu ini tergolong sehat karena komposisinya yang lebih banyak sayur dan buah-buahan, dengan tambahan kerupuk mie kuning dan irisan tahu untuk memperkaya tekstur di dalam mulut.

Asinan Jakarta biasanya dijajakan keliling dengan gerobak ataupun menetap di kios, dua asinan yang terkenal akan kelezatannya adalah Asinan Betawi Bang Sawal di daerah Tanjung Duren dan Asinan Bonbin di Cikini.

Soal harga makanan satu ini tak sampai menguras kantong. Jika malas keluar dan mencari asinan Jakarta, membuatnya sendiri juga bisa dilakukan. Sobat icip bisa menggunakan resep dari @byviszaj.

Bahan

kol yang sudah iris
tauge
wortel, iris tipis
daun selada yang sudah dipotong
timun yang sudah dipotong

Bahan bumbu kacang

150 gr kacang tanah goreng
5 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit, sesuai selera
1 sdm ebi
4 mata asam jawa, larutkan dengan air
garam secukupnya
gula secukupnya
air secukupnya

Bahan pelengkap
100 gr gula merah
200 ml air
kerupuk kuning
kacang goreng

Cara membuat bumbu kacang

  1. Blender kacang, cabai merah, cabai rawit dan ebi dengan 300 ml air sampai halus.
  2. Masak bumbu kacang yang sudah dihaluskan dengan api kecil. Tambahkan air kira-kira 500 ml, bumbui dengan garam, gula dan air asam.
  3. Cek rasa kemudian aduk hingga mendidih.
  4. Matikan api, dinginkan.

Pelengkap

  1. Siapkan saus gula merah dengan memasak 100 gram gula merah dan 200 ml air, lalu diaduk sampai sedikit mengental.
  2. Siapkan kerupuk mie kuning dan kacang goreng.

Cara penyajian

  1. Tata sayur-sayuran pada piring, tuang bumbu kacang, lalu beri sedikit saus gula merah.
  2. Taburi kacang goreng dan hidangkan bersama kerupuk mie kuning.

5. Trancam

Trancam banyak ditemui di berbagai tukang pecel dekat rumah, kadang ia disajikan terpisah saat memesan satu porsi nasi uduk bersama ikan atau ayam goreng.

Hidangan ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di daerah lain ia juga dikenal dengan nama urap atau gudangan. Soal rasa jangan diragukan lagi, segar, pedas, dan gurih siap menghampiri lidah.

Trancam adalah makanan sehat tanpa kandungan bahan pengawet. Membuat trancam pun sangat mudah, bisa dibuat di rumah dan dijadikan sayuran untuk santap siang. Berikut ini resep dari akun Instagram @byviszaj.

Bahan sayuran

kacang panjang, sesuai selera
1 buah timun
tauge secukupnya
daun kemangi

Bahan bumbu

1 kelapa muda parut
5 cabai merah besar
3 cabai merah keriting
7 cabai rawit
3 bawang putih
1/2 sdt terasi
2 kencur
6 daun jeruk
4 sdm gula merah
garam secukupnya

Cara membuat

  1. Rebus sayuran.
  2. Ulek semua bahan bumbu sampai halus.
  3. Campur bumbu halus dengan kelapa parut sampai rata, lalu taruh di wadah anti panas atau bisa juga menggunakan alas daun pisang.
  4. Kukus bumbu trancam kurang lebih 15 menit.
  5. Campur sayuran dan bumbu trancam jadi satu, aduk rata.
  6. Trancam siap dihidangkan.

7. Karedok

Menyerupai gado-gado, karedok adalah makanan khas sunda yang bisa ditemui dengan mudah di daerah Jabodetabek.

Bahan-bahan karedok bisa disajikan dengan mentah atau matang. BIasanya terdiri dari berbagai jenis sayuran antara lain kol, tauge, kacang panjang, terong, dan daun kemangi untuk menghasilkan rasa wangi pada karedok.

Cara pembuatannya sederhana dan hampir semua bahan bisa ditemukan di warung sekitar dekat rumah. Coba buat sendiri dengan mengikuti resep dari akun Instagram @uminyanada.kitchen, yuk!

Bahan

2 helai kacang panjang, iris tipis
2 lembar kol, iris tipis
1 buah timun, iris tipis
segenggam tauge
2 batang kemangi, ambil daunnya saja

Bumbu

2 genggam kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan dengan blender
1 ruas kecil kencur
1 sdm air asam jawa
sejumput terasi
sedikit gula merah
cabai rawit merah, sesuai selera
air secukupnya
garam secukupnya

Cara membuat

  1. Cuci bersih semua bahan sayuran, sisihkan.
  2. Ulek garam, kencur, cabai rawit, terasi, gula merah sampai halus.
  3. Masukan 2 sendok makan kacang tanah halus, tambahkan air asam jawa dan diulek lagi, tambahkan air aduk rata.
  4. Masukan semua sayuran ulek kasar sampai bumbu kacang tercampur.
  5. Sajikan dengan kerupuk.

Ketujuh rekomendasi raw food itu, bisa kamu nikmati tanpa takut bikin sakit. Yang penting kamu mengolahnya dengan benar.

Jadi, mau coba yang mana nih?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *