Masakan Khas Manuk Na Pinadar dan Nasi ‘Pollong’ Ini Buat Aku Kangen Ibu

Dimasak dan dihidangkan bersama doa saat momen-momen penting, mulai dari ujian sekolah hingga berangkat merantau.

Masakan Khas Manuk Na Pinadar dan Nasi ‘Pollong’ Ini Buat Aku Kangen Ibu
Nasi Pollong dan Manuk Na Pinadar (Foto: JadiKangenIbu/ Agus Oloan)

Ibu, memang sosok yang sangat spesial diciptakan Tuhan untuk menjadi sosok penting dalam sebuah keluarga.

Konon ceritanya, seorang Ibu itu diciptakan dari tulang rusuk pasangan hidupnya, yang memiliki makna filosofinya, bahwa peran Ibu sangat vital, tidak menjadi boss atau diatas peran suami, tetapi tidak juga menjadi bawahan atau dibawah peran suami, tetapi Ibu menjadi penyeimbang, inspirasi dan bisa memerankan apapun didalam keluarga tersebut.

Begitu juga dengan Ibuku, sosok yang sangat menginspirasi, mampu berperan sebagai ibu yang baik, menjaga kehormatan walau berperan sebagai bidan desa.

Sibuk dalam keseharian melayani orang-orang yang sakit, baik itu yang datang berobat kerumah ataupun harus memenuhi panggilan untuk mengobati kerumah-rumah, walau malam hari maupun dini hari (harus siap 1×24 jam) dengan medan yang sangat rawan dan jalan yang belum aman. Semua harus dijalani ibuku demi tugas dan tanggung jawab.

Hal yang membuat saya kangen akan Ibu adalah, Doa, Iman dan Harapannya akan anak-anaknya agar sukses kelak, sehingga kerja keras, pelayanan iklas serta tidak terlalu memikirkan harta duniawi demi cita-cita anak-anaknya menjadi nilai plus Ibu yang tidak terlupakan jasa-jasanya.

Selain itu, suatu kebiasaan yang sangat tidak bisa saya lupakan adalah masakan ibu!

Ikan asin sekalipun yang ibu goreng akan terasa nikmat laur biasa, itulah masakan ibu yang sangat kami cintai. Ibuku sangat pandai memasak, yang rebusan? Yang gorengan? Semuanya OK!

Mau masakan khas Batak? Wow apalagi? Mulai dari na diarsik, na diura, hingga na pinadar (semuanya makanan khas Batak Toba) yang membuat kami tidak bosan-bosannya akan masakan khas ibu.

Manuk Na Pinadar dan Pollong, Buat Kangen Ibu

Kuliner-kuliner asli dari tanah Batak yang diturunkan secara turun temurun tentunya tidak ketinggalan menjadi santapan khas yang harus kami santap setiap pulang kampung atau setiap ibu datang ke Medan.

Salah satu yang paling menyita perhatian dan sangat diminati adalah Manuk Na Pinadar.

Manuk Na Pinadar, berasal dari dua kata, yaitu Manuk dan Napinadar. Manuk (bahasa Batak), artinya Ayam Kampung, sedangkan Napinadar, artinya yang dibakar atau dipanggang dengan dilumuri bumbu khas yang telah disiapkan sebelumnya.

Sedangkan Nasi “Pollong” atau “Pelleng” adalah Nasi Kuning khas dari Pakpak Barat yang diracik dengan bumbu-bumbu khas Batak.

Kedua hidangan ini sudah menjadi hidangan tradisi oleh orang tua kami yang disukai turun temurun hingga sekarang.

Hidangan spesial ini dihidangkan ibu saat-saat tertentu, ketika misalnya kami akan berangkat kuliah dirantau orang, atau saat kami mau bekerja, ujian, atau hal-hal penting lainnya.

Selain didoakan ibu dan bapak, juga dihidangkan masakan spesial Nasi Pollong dan Manuk Na Pinadar, kata ibu itu tujuannya agar sehat-sehat, kuat, sukses dan agar mampu mengemban tanggung jawab dengan baik.

Konon ceritanya, nasi kuning ini disediakan oleh nenek moyang para pejuang dari tanah Pakpak Barat untuk memberangkatkan mereka agar berani di medan perjuangan, agar selamat dan pulang membawa kemenangan.

Jadi, hingga sekarang, orangtuaku meyakini dengan makan bersama Nasi Pollong bersama dengan Manuk Na Pinadar, diharapkan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, memberikan semangat dan bisa menjalani tahun yang baru dengan penuh kemenangan.

Itulah filosofi dibalik setiap kami menyantap masakan khas Ibu yang selalu membuat kami kangen.. #JadiKangenIbu.

Cara Membuat Manuk Napinadar

Menu spesial Manuk Na Pinadar dan Nasi Pollong dibuat dengan filosofi gotong-royong. Pagi-pagi sekali, Ibu telah menyiapkan ayam kampung.

Karena kami keluarga besar, jadi ayam kampungnya sebanyak tiga ekor dengan berat yang berbeda-beda.

Setiap orang punya tugas masing-masing. kaum perempuan mempersiapkan bumbunya, sementara saya bersama abang mempersiapkan api dan air mendidih.

Setelah itu, Ibu atau saya bergantian untuk memotong ayam kampung tersebut satu persatu. Setelah itu saya bersama abang bertugas untuk mencabuti bulu ayam tersebut.

Sementara bumbu yang disiapkan adalah:

  • 1 buah jeruk nipis
  • 6 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • garam secukupnya
  • cabai secukupnya

Karena di keluarga kami rata-rata suka masakan pedas, maka cabai merah dan cabai rawit dibuatkan dalam porsi yang banyak.

Jika saudara suka kecap, sediakan juga kecap. Jika tidak suka kecap, tidak apa-apa juga, karena di menu yang sesungguhnya tidak ada kecap. Tetapi oleh beberapa chef, dimodifikasi dengan menambahkan kecap untuk menambah rasa.

Hal yang tidak kalah penting, siapkan andaliman, bumbu khas Batak Toba yang rasanya sudah mendunia.

Ini yang membuat menu spesial semakin spesial.

Bisa dibuatkan 1½ sendok makan andalimanya. Kemiri digongseng atau disangrai sebanyak 7 biji.

Setelah bumbu disiapkan, maka langkah selanjutnya cara membuatnya Ayam Napinadar:

  • Darah ayam kampung dipanaskan,
  • Haluskan semua bumbunya
  • Lumuri ayam kampung dengan garam, air jeruk purut.
  • Gonsenglah hingga baunya harum. Ingat, jangan lupa juga ikut darah ayam di gongseng.
  • Ayam kampung dipotong jadi beberapa bagian. Jangan terlalu kecil. Kalau satu ayam kampung, potong menjadi 10 bagian. biar rata masaknya. Waktu dipanggang jangan lupa bolak-balikkan ayamnya.
  • Pangganglah ayam tersebuat menggunakan arang hingga benar benar matang. Setelah itu, bumbu yang sudah dihaluskan tadi, taburkan ke daging ayam yang sudah matang.

Ayam Napinadar siap untuk dihidangkan.

Dimasak bersama, dinikmati bersama (Foto:JadiKangenIbu/ Agus Oloan)

Cara Membuat Nasi Pollong

Setelah Manuk Na Pinadar selesai dibuat, menu yang tidak kalah menarik adalah nasi kuning yang sering dinamai dengan Nasi Pollong. Sebenarnya nasi kuning ini banyak juga dijumpai di daerah-daerah lain di tanah air, namun cara pembuatannya berbeda-beda.

Bahan-bahan pembuatan Nasi Pollong:

  • 1½ buah Kunyit
  • 1 buah kelapa, diparut

Nah, disini saya akan mencoba menjelaskan cara pembuatan nasi kuning ala keluarga kami :

  • Nasi di masak setengah matang, untuk nasi 1 kilogram, santannya satu liter,
  • Tuangkan santan 1 liter tersebut ke dalam nasi yang sedang di masak, bersamaan dengan kunyit yang telah dihaluskan.
  • Perhatikan apinya, jangan terlalu besar, tunggu sampai nasi yang dimasak menjadi lembek.
  • Setelah lembek, sajikan dalam bentuk yang menarik, ke dalam piring seperti pada gambar.

Nasi Pollong  siap untuk dihidangkan bersamaan dengan Manuk Napinadar.

Memang untuk mengerjakan kedua resep ini sangat dibutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup karena tingkat kerumitan dan pengerjaannya yang sedikit merepotkan, apalagi dalam membelah bagian perut ayam dan memotong-motong bagian ayam untuk membuat gulai ayam.

Karena Manuk Na Pinadar dan Nasi Pollong tidak lengkap tanpa gulai ayam.

Semoga, resep khas Ibunda kami ini sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin mencobanya. Dan ini adalah akhir tahun, saatnya untuk merayakan Tahun Baru bersama Ibu tercinta dengan masakan khasnya yang pastinya #JadiKangenIbu.

Suka? Vote Artikel Ini!

6 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up