Lumpia Semarang, Berawal Dari Kisah Romantis Penuh Cinta

Lumpia Semarang
Lumpia Semarang (Foto: Istimewa)

Lumpia Semarang, jajanan rakyat yang sudah melekat erat dengan ibukota Propinsi Jawa Tengah tersebut, ternyata punya kisah romantis dibalik kelahirannya.

Dahulu, ada seorang Tionghoa bernama Tjoa Thay Joe yang memutuskan untuk tinggal di Semarang dan membuka bisnis makanan khas Tionghoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung.

Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, perempuan Jawa asli yang berjualan makanan yang hampir sama. Namun rasanya lebih manis, dengan isian kentang dan udang.

Seiring bejalan waktu, mereka bukannya bermusuhan, malah saling jatuh cinta dan kemudian menikah.

Bisnis yang dijalankan pun akhirnya bersatu. Mereka menggabungkan dua resep makanan sehingga menciptakan rasa makanan lintas budaya Tionghoa-Jawa.

(Baca Juga : Resep Kue Pancong si Koki Rumahan)

Untuk isian, ayam atau udang yang dicampur dengan rebung. Yang membuatnya unggul adalah udang dan telurnya yang tidak amis, rebungnya juga manis, serta kulit lumpia yang renyah setelah digoreng.

Kudapan ini biasanya dipasarkan di Olympia Park, pasar malam Belanda tempat biasa mereka berjualan berdua dulu. Itulah mengapa makanan ini dikenal dengan nama Lumpia.

Suka? Vote Artikel Ini!

1 0

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up