Lagi! Restoran Bali Ini Masuk Asia’s 50 Best Restaurants 2018

Locavore Ubud
Locavore Ubud dengan duo chef Ray Adriansyah (kiri) dan Eelke Plasmeijer (kanan). (Foto: thejakartapost.com)

Berturut-turut sejak 2016, restoran Locavore Ubud kembali naik podium Asia’s 50 Best Restaurants 2018.

Acara tahunan bergengsi Asia’s 50 Best Restaurants telah mengumumkan daftar pemenangnya Senin (27/03) lalu.

Disebut “Oscars of the Asian Gastronomic World” oleh CNN, acara yang menyaring 50 restoran kelas atas dari daratan Asia ini sangat ditunggu-tunggu.

Dari sekian nama, restoran Locavore Ubud menempati posisi ke-21 dalam daftar tahun ini.

Locavore memegang konsep adiboga Eropa-Indonesia dengan memakai bahan lokal Indonesia, dari Jawa hingga Kepulauan Sumbawa. Sejak 2013, restoran bintang lima ini digawangi duo Ray Adriansyah dan Eelke Plasmeijer.

Singkat cerita, Ray dan Eelke bertemu di Jakarta pada tahun 2008. Keduanya menjalani profesi sebagai chef, dimana Eelke adalah Head Chef dan Ray Sous Chef.

Duo chef ini hijrah ke Bali dan menjajah dapur Hotel Alia Ubud. Di sana, mereka bertemu Adi Karmayasa yang kelak menjadi manager Locavore Ubud.

Locavore bekerja sama dengan pengusaha lokal. Semua sajian dibuat dari bahan-bahan organik, baik nabati dan hewani.

Dalam sesi wawancara dengan Michelin Guide Singapore, Ray memaparkan tekadnya untuk memakai 98% bahan lokal dalam hidangan Locavore.

“Suatu hari kami berpikir, kami sudah lama tinggal di Bali dan melihat beragam potensi. Misalnya, ternyata Jimbaran punya kualitas ikan yang bagus. Seorang kawan juga mengantarkan pada kebun-kebun sayur di beberapa daerah. Saya pun bepikir, kenapa harus beli sekilo asparagus di Australia kalau ternyata bisa ditanam sendiri?”

Berangkat dari hal tersebut, restoran ini juga mengembangkan daya lokal dengan branch lain. Locavore memiliki beberapa sister company seperti “Locavore To Go” yang menyajikan menu sarapan dan makan siang.

Kemudian “Nusantara” dengan beragam menu khas Indonesia yang populer dan berbasis comfort food. Dan terakhir “Night Rooster” yang menutup hari sebagai bar malam. Ketiganya berada di Ubud dengan lokasi yang tak jauh dari restoran induknya.

Locavore juga membentuk “Localab” sebagi ajang kreatifitas juru masaknya. Dengan perpaduan bahan Indonesia dan adiboga Perancis, beragam sajian menggugah selera nan cantik siap menggoyang lidah.

Seperti Into the Sawah, salah satu best main course dari Locavore. Hiidangan ini memadukan nasi dari beras Jati Luwih, keong sawah (tutut) yang dimasak bawang putih, telur bebek dipanaskan hingga 64ºC, abon lele, dan bunga yang bisa dimakan (edible flower) khas Ubud.

Baca juga: 

Dilansir dari Instagram, restoran Locavore telah mengucapkan terima kasih atas kemenangan tersebut.

“Kami tidak percaya bisa kembali masuk daftar (Asia’s 50 Best Restaurants).  Tahun ketiga secara berturut-turut, dan siap untuk satu spot lagi,” demikian kutipan caption dari salah satu unggahan akun resmi @restaurantlocavore.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up