Mie Ala Tiongkok Ini Tercipta Untuk Kaum Buruh Indonesia

Kwetiau di Indonesia bukan makanan raja-raja, melainkan kaum buruh yang berjasa.

Mie Ala Tiongkok Ini Tercipta Untuk Kaum Buruh Indonesia
Kwetiau (Foto: Flickr/Ankga)

Kwetiau adalah masakan Indonesia yang terpengaruh hidangan Tionghoa.

Salah satu jenis mie ini cukup populer di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta dan daerah yang mayoritas penduduknya keturunan Tionghoa.

Kwetiau yang ada di Indonesia identik dengan orang Tionghoa etnis Hokkian dan Tio Ciu.

Hidangan kwetiau khas  Hokkian yang terkenal adalah kwetiau Medan.  Sajian ini memakai bakso ikan, lapchiong atau sosis babi, dan telur bebek.

Sedangkan hidangan ikonik khas Tio Ciu adalah kwetiau yang dimasak bersama daging sapi dan aneka jeroannya.

Baca juga: Mie Kudai khas Pulau Bangka

Mie berbentuk lebar ini biasa dimasak dengan dua cara, yakni goreng/tumis dan rebus.

Versi tumis biasa dimasak dengan bumbu bawang putih, bawang merah, dan cabai.

Tak lupa tambahan bahan lain seperti potongan daging ayam, sapi, udang, kepiting, irisan bakso, dan telur orak arik.

Aneka sayuran seperti sawi putih, bayam, bokcoy, hingga tomat juga ditambahkan untuk sensasi segar.

Untuk bumbu cairnya, orang Tionghoa sangat mengandalkan kecap asin, ngohiong, angkak, dan minyak wijen.

Seiring berjalannya waktu, cara mengolah kwetiau semakin beragam.

Salah satu yang paling baru adalah kwetiau siram.

Sajian ini populer di Riau dan biasa disebut Kwetiau Bagan. Hidangan mie ini bisa dibeli di berbagai restoran Hokkien.

Kwetiau Bagan bisa dimasak dengan daging sapi atau babi.

Apapun pilihannya, jangan lupa coba kuliner ini kalau berkunjung ke Riau!

Baca juga: Sejarah Bakso, Tercipta Karena Cinta Anak Kepada Ibu

Awalnya, mie pipih ini khusus disajikan untuk kaum buruh, lho.

Tak heran, kwetiau banyak dijual dalam gerobak kaki lima dengan harga terjangkau.

Tak mau kalah, banyak restoran juga memodifikasi menu ini supaya lebih menggiurkan.

Tentu dengan harga yang sesuai, sajian ala restoran terasa lebih lengkap dan berbumbu.

Selain buruh, para petani juga mengambil untung dengan berjualan mie ini pada malam hari.

Kini, mie ini tak hanya dijajakan oleh keturunan Tionghoa.

Warga lokal juga turut berperan dalam menyebarkan sajian tersebut.

Rasanya pun semakin nikmat setelah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Apa sajian kwetiau favoritmu?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up