Logo Balanga

Kuliner Karimun Pemecah Rekor MURI

 Kuliner Karimun Pemecah Rekor MURI

Pada tanggal 14 Oktober 2017, dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-18 Kabupaten Karimun (salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau), pemerintah Kabupaten Karimun mengadakan “Makan Lakse Bersame 1800 Porsi.”

Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dengan demikian, membuktikan bahwa lakse merupakan salah satu kuliner kebanggaan Karimun.

Nah, perhatikan bahwa lakse itu berbeda dengan laksa, ya. Walaupun keduanya sama-sama sering ditemui di tanah Melayu. Lakse merupakan mi dengan bahan dasar sagu yang dapat disajikan secara basah menggunakan kuah, maupun kering dengan cara digoreng.

Sedangkan laksa adalah makanan yang terdiri dari bihun (atau mi) dengan pelengkap udang atau ikan, dan berkuah kari, yang mana sering dijumpai di Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Dalam keseharian, lakse dijual sebagai sarapan ramah dompet di pasar tradisional. Ada juga rumah makan yang menjual lakse dengan pelengkap yang lebih bervariasi, dan disajikan lebih mewah yang berbanding lurus dengan harganya.

Selain itu, setiap bulan puasa, lakse disajikan sebagai salah satu menu berbuka puasa.

Cara membuat lakse:

    • Campurkan air panas sedikit demi sedikit ke dalam tepung sagu hingga adonan bisa dikepal.
    • Rebus dalam air (dengan sedikit tambahan minyak) hingga berubah menjadi warna abu-abu.
    • Angkat, dan biarkan dingin.
    • Giling adonan yang sudah dimasak, lalu potong berbentuk mi panjang.
    • Rebus lagi dengan air panas mendidih.
    • Setelah masak, tiris hingga kering, (Dalam cita rasa tradisional yang unik, lakse tersebut kemudian dicetak bulat-bulat di atas daun mangkok).

Biasanya, lakse yang dijual di pasar tradisional dan pada bulan puasa sudah dimasak sekaligus dalam jumlah banyak. Jadi, hanya menyebutkan mau beli berapa porsi, atau berapa rupiah, maka akan dikemas oleh penjualnyaIni adalah lakse kuah dan lakse goreng yang laris manis di bulan puasa. Harga lakse bulan Ramadan 2018 adalah Rp6.000. Di mana satu cetakan daun mangkok seharga Rp3.000, dan porsi saat bulan Ramadhan terdiri dari 2 cetakan yang dikemas langsung di depan pembeli.

Setelah memasukkan 2 cetakan lakse ke dalam plastik, ditambahkan taoge dan sambal. Lalu, disertakan kuah yang dikemas terpisah. Kuah kari dengan ikan teri itu beraroma wangi dan rasanya lezat.Sedangkan, lakse goreng ditampung dalam sebuah baskom besar, dan dikemas sesuai porsi yang diinginkan pembeli. Porsi pada foto di atas juga seharga Rp6.000.

Cara memasak lakse goreng ini layaknya memasak mi goreng pada umumnya, yaitu menggunakan bumbu bawang putih, bawang merah, sambal, dan kecap asin.

Lakse goreng pun dapat diberi lauk maupun sayur sesuai selera, seperti penjual yang menyajikan lakse murah meriah ini menggunakan taoge dan ikan teri.

Berikutnya, ini merupakan lakse goreng di sebuah rumah makan dengan harga belasan ribu rupiah per porsi. Tentu saja dengan pelengkap yang lebih komplet, yaitu telur, sayur, taoge, udang, dan bakso.

Lakse cenderung identik dengan rasa pedas. Namun, bila Anda menyicipi lakse di rumah makan seperti ini, Anda diberi kesempatan untuk memesan level kepedasan sesuai selera masing-masing.

Dengan memesan yang langsung dimasak di rumah makan, baik lakse basah maupun kering dapat disantap dalam kondisi hangat.

Ada pemburu kejar sinpanse

Ada nelayan tebar jaring

Mi sagu disebut lakse

Bisa berkuah, bisa digoreng kering

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *