Kue ini Punya Bentuk yang Cantik Seperti Bunga Mawar

Tanpa baking soda, kue sus bisa mengembang cantik sempurna. Kok bisa?

kue sus
Kue Sus. (Foto: Belanga.id/Angita)

Bentuknya bulat dengan cetakan seperti bunga mawar. Di dalamnya berongga, yang diisi dengan vla putih yang padat nan legit.

Kue sus adalah kudapan yang populer di Indonesia, sehingga sangat mudah ditemukan di mana pun, mulai dari jajanan pasar untuk sarapan hingga ke acara besar seperti selamatan juga pernikahan.

Kue sus sendiri berasal dari Belanda. Nama soes (sus) punya arti kue yang berbentuk bundar dengan rongga berisi vla, persis seperti visual aslinya.

Namun ada yang beranggapan berbeda dan mengatakan bahwa kue sus berasal dari Perancis, dengan nama pastri choux.

Pastri choux (Choux pastry atau Choux paste) adalah adonan yang dibuat dari mentega, air, tepung terigu dan telur. Selain itu, gula dan garam dapat ditambahkan ke dalam adonan yang bernama Pâte à choux (Pasta kubis, karena bentuk akhir yang menyerupai kubis) ini.
Sementara itu, adonan ini sering disebut sebagai Choux paste karena teksturnya yang tidak padat seperti adonan lain tetapi bertekstur seperti pasta.
Adonan ini juga dapat dicetak menjadi berbagai macam bentuk seperti kue sus, profiterole, croquembouche, eclair, cruller, beignet, kue St. Honore, dan gougere. Ketika dipanggang, telur membuat adonan menjadi kopong sehingga dapat diisi dengan krim berbagai rasa.
Sejarah ditemukannya pastri choux bermula di tahun 1533 ketika Cathrerine dari Medici meninggalkan kota kelahirannya di Firenze, Italia untuk menikah dengan Henri II dari Perancis.
Ia membawa serta seluruh pegawai istananya termasuk para juru masaknya ke Perancis. Tujuh tahun kemudian, kepala juru masaknya yang bernama Panterelli menciptakan adonan pasta yang ia gunakan untuk membuat kue.
Adonan tersebut kemudian ia namakan pâte a Panterelli. Nama tersebut tidak bertahan lama karena adonan tersebut kemudian dikenal juga sebagai pâte a Popelini dan lalu menjadi pâte a Popelin hingga akhirnya disebut sebagai pâte à choux.
Marie-Antoine Careme, seorang juru masak dari Perancis, menyempurnakan resep yang diciptakan oleh Panterelli hingga menjadi resep yang digunakan oleh para juru masak saat ini.
Kue sus cukup berbeda dengan cake atau kudapan lainnya, karena tidak menggunakan baking soda atau baking powder pada proses pembuatannya.
Kue sus mengembang saat proses pemanggangan, ini karena kadar air dalam adonan menguap dan terperangkap dalam kulit sus yang terbuat dari campuran telur dan tepung, sehingga tetap dapat mengembang dengan cantik.
Di beberapa daerah, kue sus memiliki variasi yang berbeda. Di Maluku, kue sus dibuat dengan bahan dasar tepung sagu. Isiannya pun berbeda, yaitu vla pala yang terbuat dari tepung maizena, gula pasir, dan daging buah pala.
Sedangkan di Yogyakarta, isian kue sus bukan berisi vla, melainkan daging giling dan telur. Namanya Sangga Buwono. Kudapan ini biasa disajikan bersama daun selasa, acar timun, dan saus yang menyerupai mayonnaise.
Penasaran dengan kue soes versi gurih dari Yogyakarta? Baca di sini.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up