Kue Semprong, Si Manis Gurih Asal Eropa

Kue Semprong
Kue semprong (Foto: Anisa Sekarningrum)

Tak banyak yang mengetahui bahwa Kue Semprong merupakan camilan hasil perpaduan kuliner Indonesia dan Eropa. 

Berdasarkan penelusuran sejarah, semprong sangat mirip dengan krumkake, camilan khas Skandinavia yang dibawa oleh bangsa Portugis dan Belanda ketika datang ke nusantara.

Tampilan, motif cetakan, dan cara membuat semprong memang serupa dengan krumkake.

Meski demikian, bahan dasar pembuatan semprong jauh berbeda karena dimodifikasi agar sesuai dengan bahan dasar yang terdapat di nusantara, serta disesuaikan pula dengan lidah orang setempat.

Jika krumkake menggunakan tepung gandum, milk butter dan shortening, milk cream, gula, vanila, dan cardamom (kapulaga), semprong berbahan dasar tepung-tepung yang umum digunakan oleh daerah setempat.

Komposisi umum semprong adalah tepung beras, telur, gula, santan, dan kayu manis.

Karena rasanya yang manis dan bertekstur renyah, semprong merupakan salah satu kudapan kering favorit di Indonesia.

Hingga saat ini, semprong masih banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dengan keunikan namanya masing-masing; mulai dari dampit (Sunda), japit gulung (Lamongan), kue seupet (Aceh), kue sapik (Minang),  juwada gulung (Sumatera Selatan), kasippi (Sulawesi), curuti (Gorontalo), kue gulung (Minahasa), dan masih banyak lagi.

Nama-nama ini merujuk pada bentuk semprong yang umumnya memang berbentuk seperti pipa, meskipun juga ada varian bentuk lainnya, seperti dibiarkan bulat menyerupai cetakan atau dibentuk seperti kipas atau seperti kue dadar.

Di Indonesia, semprong memiliki varian rasa yang juga kaya karena bahan dasar tepungnya bermacam-macam. 

(baca Juga : Kue Cubit, Si Manis Lembut Jajanan Abang Favorit)

Selain tepung beras, ada sejumlah daerah yang menggunakan tapioka, umbi-umbian, bahkan tepung sagu; ada juga yang memberi tambahan wijen maupun kacang tanah cincang untuk menambah rasa gurih.

Sampai saat ini, kue semprong masih dibuat secara tradisional dengan cetakan manual yang terbuat dari besi dengan gagang yang panjang.

Bagian ujungnya memiliki dua lapisan pipih selebar kurang lebih 20 cm dan terdapat motif yang telah diukir. Ketika adonan dicetak, motif ini akan melekat sehingga kue menjadi indah dengan ukiran-ukiran motif tersebut.

Setelah cetakan panas, barulah diberi sesendok adonan lalu dijepitlah dengan kedua lapisan pipih.

Setelah masak, dalam kondisi panas adonan diambil lalu dibentuk sesuai selera. Kecekatan saat membentuk semprong sangat diperlukan, karena jika adonan sudah dingin, semprong tidak bisa dibentuk lagi.

Cara menyajikan semprong juga sangat beragam di Indonesia, meski pengaruh Eropa cukup tampak dalam setiap penyajiannya.

Kue Semprong dapat dimakan langsung sebagai teman minum teh dan kopi, tetapi sejumlah daerah seperti Aceh memakan semprong dengan sesekali mencelupkannya pada minuman hangat.

Ada juga yang menjadikan semprong sebagai teman makan es krim.

Uniknya, semprong seringkali hadir ketika menjelang Idul Fitri, juga pada acara Maulid Nabi, juga acara pernikahan adat dan acara-acara resmi lainnya, meski saat ini semprong cenderung mudah didapatkan di hari-hari biasa.

Baca Resep:
Resep Membuat Semprong di Rumah

 

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up