Logo Balanga

Kue Kembang Goyang yang Renyah Unik Menggoyang Lidah

 Kue Kembang Goyang yang Renyah Unik Menggoyang Lidah

Kue Kembang goyang adalah kue kering manis dan gurih bertekstur renyah.

Kue kering berbentuk bunga ini sangat populer di kalangan masyarakat Betawi. Terutama saat perayaan Idul Fitri, toples berisi kue kembang goyang selalu disajikan.

Penamaan kembang goyang sendiri terbilang unik. Kata kembang berasal dari bentuk cetakan kue yang menyerupai kelopak bunga mekar. Sedangkan kata goyang diambil dari proses pembuatannya yang digoyang-goyang hingga adonan kue terlepas dari cetakan.

Nama kembang goyang juga terinspirasi dari sanggul berbentuk bunga yang sering dipakai pengantin perempuan dalam pernikahan adat Jawa. Sanggul tersebut akan bergoyang-goyang ketika sang pengantin perempuan menggerakkan tubuhnya.

Kalau ingin buat kembang goyang, anda harus punya cetakan khususnya. Cetakan berbentuk kembang ini terbuat dari bahan aluminium dengan gagang panjang dari kayu.

Meskipun dinamakan kembang goyang, bentuk cetakannya pun beragam seperti roda dan bintang. Tentu bisa jadi variasi kalau bosan dengan bentuk kembang, ya?

Kembang goyang berbahan dasar tepung beras, santan cair, telur, gula, dan garam. Kadang, pewarna makanan pun ditambahkan agar kembang goyang semakin cantik dan menggugah selera.

Untuk membuatnya, campurkan tepung, telur, gula, dan garam hingga merata. Tambahkan santan cair secara bertahap hingga adonannya sedikit kental dan licin. Tuang sedikit pewarna makanan, lalu aduk lagi.

Sebelum menggoreng, cetakan kembang goyang perlu dicelupkan dulu ke minyak panas. Selanjutnya, celupkan dalam adonan.

Minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng kembang goyang harus sedang tingkat kepanasannya. Tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.

Jangan khawatir bila adonan hanya “menempel” pada cetakannya. Ketika dicelupkan lagi dalam minyak panas, kembang goyang akan langsung terbentuk saat lepas dari cetakan.

Butuh keahlian khusus dalam menggoreng kembang goyang. Supaya bentuknya indah dan bertekstur renyah, pembuatnya juga harus sabar karena proses menggorengnya dilakukan satu per satu.

Di balik proses pembuatan kembang goyang, ternyata ada filosofi yang terkandung di dalamnya.

Intinya dalam upaya meraih kesuksesan, lakukanlah dengan penuh kesabaran dan ketekunan serta telaten dalam tiap prosesnya.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *