Kopi Termahal di Indonesia, Bukan Cuma Luwak!

Kopi Termahal di Indonesia
Secangkir kopi hitam dan bijinya. (Foto: lampungpro.com)

Sejak dulu, kopi selalu jadi andalan teman ngobrol. Maraknya kedai berbasis kopi artisan membuat peminatnya melambung tinggi.

Aneka biji kopi dengan keunikan masing-masing diimpor dari berbagai pelosok Nusantara. Saking uniknya, muncul basis penggemar berdasarkan jenis dan asal biji kopi.

Siapa tak kenal kopi luwak? Jenis kopi yang diproses dari hewan luwak ini mematok harga tinggi untuk satu cangkirnya. Tak hanya dalam negeri, kenikmatan kopi luwak sudah meluas hingga mancanegara.

Namun, ternyata tak hanya kopi luwak yang harganya mahal.

Indonesia terus berinovasi dengan melahirkan biji kopi terbaru. Beberapa di antaranya justru lebih mahal dari kopi luwak.

Penasaran? Berikut penelusuran Belanga terhadap Kopi Termahal di Indonesia !

Kopi Luwak

Sebelum membahas jenis lainnya, yuk simak kopi luwak lebih mendalam.

Faktanya, kopi yang diproduksi dari kotoran luwak ini ternyata belum bersertifikat resmi. Alhasil, siapapun bisa mengklaim produksi kopi luwak.

Namun, biji kopi ini memiliki ciri khas saat diseruput. Kopi luwak tanpa gula dan krim memiliki rasa buah untuk versi Arabica, sedangkan kopi Robusta-nya cenderung bercita rasa daun mint.

Kopi luwak ditemukan oleh petani kopi Indonesia semasa kolonial Belanda. Berawal dari rasa penasaran, para petani berusaha mencicipi kopi tanpa ketahuan memetik dari kebun. Mereka pun memanfaatkan hewan luwak yang menyisakan biji kopi pada kotorannya. Di luar dugaan, kualitas kopi dari kotoran luwak sangat jempolan dan mendatangkan banyak peminat.

Kopi luwak juga rendah kafein. Kamu tak akan deg-degan meski minum lebih dari secangkir. Untuk satu kilogram bijinya dihargai 1 juta rupiah per 2016. Dengan harga tersebut, sepertinya si luwak juga ikut “digaji” ya.

Baca juga: Teh Susu Aceh, Pembuatannya Unik dan Harus ‘Ditarik-tarik’

Kopi Puntang

Biji kopi selanjutnya masih datang dari Jawa Barat.  Presiden Indonesia Joko Widodo sendiri mengakuinya sebagai kopi terbaik dengan harga yang sepadan.

“Ini adalah kopi yang terbaik dan termahal di dunia,” tuturnya dalam vlog pribadi Mencoba Kopi Terbaik dan Termahal Di Dunia.

Kopi dari Gunung Puntang ini memadukan cita rasa manis dan agak asam. Tak hanya itu, kopi jenis Arabica ini memiliki rasa buah lokal seperti nangka, jambu biji, dan pisang. Unik banget ya?

Biji kopi ini sudah lama terkenal di kedai kopi seantero Jawa Barat. Salah satunya adalah yang didatangi Presiden Jokowi, yakni Sejiwa Cafe, Bandung.

Jauh sebelumnya, biji kopi dari kebun Ayi Sutedja berhasil memenangkan penghargaan di Specialty Coffee Assosiation of America di Atlanta. Satu kilogram kopi Puntang dihargai 850 ribu rupiah.

Baca juga: Teh Hangat Dari Minang Ini Pakai Kuning Telur Bebek

Kopi Ciwidey

Daerah Jawa Barat memang terkenal sebagai penghasil teh dan kopi. Biji kopi Arabica ini berasal dari Gunung Patuha, Kecamatan Ciwidey.

Dalam sebuah acara bertajuk Asia Pasific Coffee Conference, biji kopi dari kebun milik Lucy Tedjasukmana ini berhasil dilelang dengan harga selangit.

Bayangkan, satu kilogramnya dihargai 2 juta rupiah. Wow!

Kalau Puntang terasa manis, kopi Ciwidey justru lebih kompleks dengan perpaduan rasa cokelat, pisang, dan anggur (wine).

Menurut Syarifudin, Ketua Specialty Coffee Assosiation of Indonesia, semakin diteguk akan terasa asam lemon yang menyegarakan. Cita rasa unik dengan kualitas premium ini membuat 70 Fahrenheit Koffie, sebuah kafe artisan dari Bali, menyanggupi harga di atas.

“Hasil olahan kopi terbaik harus dihargai dengan penghargaan yang baik juga,” jelas Suryadi Suryadhamma, President Director dari kedai kopi tersebut.

Baca juga: Soda Gembira, Apa Hubungannya dengan Italian Soda?

Gimana, ada yang sudah pernah kamu coba? Harga mahal bisa jadi tolak ukur kualitas terbaik dan rasa fantastis yang ditawarkan.

Selain merasakan khasiatnya, kita juga ikut mendukung produksi kopi dari petani-petani lokal. Yuk dibeli!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up