Logo Balanga

Kenduri di Aceh, Dijamin Ada Masakan Ini!

 Kenduri di Aceh, Dijamin Ada Masakan Ini!

Di negara Indonesia yang mempunyai 17000 pulau ini, setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing, mulai dari bahasa yang berbeda-beda, keunikan yang berbeda, dan tak lupa  makanan dengan karakteristik yang beragam pula. Namun keberagaman dunia kuliner Indonesia  itu disatukan dengan bumbu-bumbu asli hasil bumi nusantara.

Soo readers, di artikel ini aku mau ceritain tentang kuliner andalan dari kampung halaman aku, kuliner khas daerah paling barat indonesia, yaitu Aceh! Waah, jadi ga sabar pengen cepat cepat nulis. Nah, kalo dengar kuliner Aceh nih , kira-kira apa sih yang terbayang di benak kalian? Pedas? Kaya rempah-rempah? Yapp memang benar, masakan Aceh memang kaya akan bumbu dan memiliki cita rasa yang kuat.

Oke langsung aja, aku bakalan ceritain tentang kuliner Aceh yang khas banget, yaitu Kuah Beulangong ! mungkin bagi kalian pecinta kuliner Indonesia udah tau tentang kuah ini, kuah legendaris dari aceh yang gaada di tempat lain, namun selalu dan selalu ada pada setiap acara di Aceh.

Pokoknya kalo kamu datang ke kenduri apapun di Aceh, dijamin kamu akan ketemu kuah ini deh! Baik itu kenduri pernikahan, kenduri maulid nabi, bahkan kenduri kematian sekalipun. Bagi masyarakat Aceh, kuah ini sudah dianggap sebagai  ulee makanan, yaitu makanan utama. Kalo kata orang-orang sih, belum kenduri rasanya kalo gaada kuah ini, hehehe.

Nama kuah beulangong ini sebenarnya berasal dari cara memasaknya yang khas banget, yaitu harus menggunakan belanga . Bukan belanga biasa, belanga yang dipakai ini merupakan belanga yang besar sekali, yang diameternya sekitar 1 meter. Besar banget kan? Untuk ukuran segede ini kuah yang dimasak bisa untuk 200 porsi loh, dan biasanya, sekali masak bisa menghabiskan sekitar 10-20 kilogram daging, woww.  Karena porsi nya banyak gitu, aduk nya pun harus pake spatula khusus yang ukuran nya juga gede banget. Dan ga tanggung-tanggung, sekali masak bisa menggunakan lebih dari satu belanga, atau bahkan bisa mencapai belasan belanga sekaligus readers!

Memasak kuah beulangong ini sudah menjadi tradisi turun temurun , yang udah ada  dari zaman kesultanan duluu, dan masih berlanjut sampai sekarang. Uniknya lagi, meski lazimnya memasak  adalah tugas perempuan, tapi khusus untuk kuah beulangong ini menjadi tugas bagi kaum laki laki. Ini dikarenakan  untuk memasak kuah beulangong ini bukan pekerjaan ringan readers, untuk sekali masak aja, bisa membutuhkan belasan pekerja . Mulai yang bertugas untuk menyembelih lembu , menyiapkan bumbu dan rempah-rempahnya, atau yang bertugas mengaduk dan mempersiapkan kayu bakar yang cukup banyak.

Untuk memasak kuah belangong biasanya menggunakan daging kambing / sapi dengan campuran pisang muda atau nangka muda yang sudah dipotong-potong yang dimasukkan ke dalam sebuah belanga besar (belangong) bersama air asam dari buah menteu (sejenis jeruk berukuran besar) serta  berbagai macam bumbu rempah khas aceh. Proses memasak kuah ini cukup lama, yaitu sekitar dua jam, sampai daging kambing atau lembu yang dimasak benar benar matang, empuk dan meresap bumbunya.

Kalau sudah masak, akan tercium aroma yang penuh citarasa dari bumbu yang khas , yang paling ditunggu-tunggu. Asap pun akan keluar dan menggepul dari belanga belanga , seketika aroma yang merasuki hidung membuat perut yang tadinya ga lapar pun akan gasabar untuk segera melahap masakan ini. Kuah beulangong makin lezat jika dicicipi panas-panas, apalagi bersama keluarga dan kerabat terdekat. Nah kan, ngebayanginnya aja bikin aku langsung ngiler hehe.

Tak hanya lezat, Kuah Beulangong ini dipercaya memiliki pesan moral yang kuat readers. Yang mencerminkan semangat gotong royong antar sesama masyarakat. Tak jarang, kuah ini juga dibagikan untuk warga kampung  lainnya. Jadi, memasak kuah beulangong ini juga merupakan ajang silaturrahmi untuk membangun dan menyatukan masyarakat. Di kampung-kampung, kuah beulangong biasa dimasak di meunasah, kemudian dimakan bersama-sama.

Nah, pada acara-acara spesial misalnya kenduri maulid Nabi saw. atau kenduri buka puasa bersama disetiap bulan Ramadhan, kuah ini juga selalu dibagi-bagikan kepada warga untuk dibawa pulang ke rumah  masing masing. Nah kalau udah kebagian kuah belangong dari meunasah, satu keluarga pasti senang, apalagi porsinya tak pernah sedikit, selalu cukup untuk dimakan sampe perut menyerah hehehe.

Kuah beulangong dari daerah serambi mekkah ini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Soo readers bagi kalian yang sedang atau mau ke Aceh jangan sampai ketinggalan untuk mencicipi makanan penuh citarasa ini yaa!!

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *