Teh Hangat Dari Minang Ini Pakai Kuning Telur Bebek

Wedang STMJ khas Jawa siap-siap punya saingan baru!

Teh Hangat Dari Minang Ini Pakai Kuning Telur Bebek
Teh Talua khas Minang. (Picssr.com/Paureh Raso)

Teh talua adalah minuman legendaris dari Tanah Minang.

Bila umumnya teh disajikan dengan gula atau pemanis lainnya, teh talua justru diberi rempah dan telur unggas!

Teh talua terdiri dari teh, telur, susu, gula pasir, dan air jeruk nipis.

Telur yang digunakan pun tidak sembarang, yakni kuning telur bebek atau ayam kampung.

Supaya tidak amis, campuran teh dan kuning telur ditambah air perasan jeruk nipis.

Terakhir, tambahkan gula atau kayu manis agar terasa lebih legit.

Rahasia dari kenikmatan teh talua adalah kocokan kuning telurnya.

Kuning telur tidak dikocok seadanya, melainkan butuh kurang lebih 15 menit hingga berbusa.

Semakin kental dan berbusa, semakin pekat dan lezat rasa teh talua.

Baca juga: Bir Kotjok, Bir Tanpa Kandungan Alkohol Khas Bogor

Teh talua memang diperuntukkan untuk kaum pekerja berat.

Kandungan gizinya yang lengkap dapat menambah energi dan memperkuat daya tahan.

Misalnya, daun teh memiliki zat antioksidan yang membuat tubuh rileks serta menangkal radikal bebas.

Telur bebek dan ayam kampung tinggi protein, asam amino esensial, serta vitamin A dan E.

Lengkapnya kandungan telur ini dapat menambah energi dan daya konsentrasi.

Susu putih dalam teh talua juga menyumbang kalsium, protein, serta vitamin B.

Kandungan ini bagus untuk kekuatan tulang dan sumber energi. Nah, lengkap banget kan?

Oleh karenanya, teh talua sering disuguhkan saat sarapan atau bersantai selepas kerja.

Teh ini biasa disajikan hangat dengan gelas bening serta piring tatakannya.

Jadi, kamu bisa memilih cara minumnya, mau dari gelas langsung atau dituang dulu ke piring.

Minuman ini semakin unik dengan tampilan yang sekilas mirip cappucino, dimana lapisan busa, putih, dan cokelat agak terpisah.

Cairan putih dan cokelat ini harus diaduk dulu sebelum diminum.

Baca juga: Gulai Cubadak, Gulai Lezat dari Minangkabau

Teh gurih manis ini juga bukan produk baru di Sumatera Barat.

Keberadaannya sudah ada sejak tahun 1980an.

Tak hanya orang Minang, masyarakat luar Sumatera Barat bahkan ikut menyeduh minuman hangat ini.

Teh talua memang populer di daerah dataran tinggi seperti Bukittinggi dan Tanah Datar.

Namun, teh talua pun turun gunung ke daerah-daerah lain.

Awalnya, teh talua juga dihidangkan untuk bangsawan dan tuan tanah. Minuman ini termasuk mahal dan berkelas.

Ketika zaman berganti, teh talua jadi minuman sejuta umat Minang di Indonesia.

Teh hangat ini bisa ditemukan di warung kopi, warung makan, hingga kafe.

Beberapa lokasi tersebut memperbolehkan pembelinya untuk request jumlah telur, takaran gula serta jeruk nipis.

Harganya pun beragam, mulai dari Rp 10.000 untuk segelas teh talua.

Daripada terlalu sering minum-minuman berenergi dalam kemasan, sesekali kamu bisa coba minuman ini.

Kalau kata uda penjualnya, “Teh talua sagalas mah etek!”

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up