Kawai tapi Nyunda? ”Si Bundar Ban-Yaki” Camilannya

Susah-susah gampang ya berbicara soal makanan khas daerah yang jadi andalan, seiring berkembangnya waktu semakin bertambahlah ragam cita kuliner yang diperkenalkan ke khalayak ramai.

Tak ayal juga makanan khas luar negeri singgah melancong di tanah air dan merajai lidah-lidah para pecinta makanan, mau tidak mau eksistensi jajakan khas kampung halaman mulai tersingkir dizaman serba modern ini. Dari rasa cinta pada budaya sendiri bercampur dengan daya kreatifitaslah yang akhirnya memperkenalkan si Bundar Ban-Yaki ke ranah kuliner.

Ayo siapa disini yang belum mengenal Ban-Yaki? Dizaman yang serba up to date ini pasti mudah ya mengenal keragaman budaya luar apalagi yang bisa bersatu padu dengan budaya negeri kita sendiri. Nah bukan hanya industri musik atau dunia fashion saja yang bisa beradaptasi dengan budaya luar, ranah kuliner juga tak mau kalah lho.

Contohnya bisa kita ambil dari Ban-Yaki, camilan ringan yang merupakan bentuk lain dari makanan khas daerah Jawa Barat bernama bandros, yang membedakan sebenarnya hanya cara memasaknya dimana biasanya bandros dimasak menggunakan cetakan kue pukis, untuk bandros yang satu ini lebih inovatif dengan cetakan berbentuk bulat khas kuliner ala Jepang, Takoyaki. Makannya camilan berbentuk bundar  ini dinamakan Ban-Yaki alias Bandros Takoyaki.

Cara menikmati Ban-Yaki? Simpel sekali tanpa repot sedikitpun, apalagi untuk kalian yang punya penyakit spesial malas gerak alias mager bisa mencicipi nikmatnya camilan ini tanpa perlu pergi jauh ke rumah makan.

Cukup bermodalkan cetakan bulat khas Takoyaki Jepang maka kalian bisa membuatnya dirumah, ‘cetakan Cinong’ sebutan akrabnya kalau dikalangan ibu-ibu daerah Jawa Barat, lalu adonan yang sama percis dengan adonan bandros seperti tepung beras, santan, kelapa parut kasar dan bahan-bahan lainnya yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing, selanjutnya adonan dipanggang diatas cetakan sampai berwarna kecokelatan.

Kalau dirasa sudah cukup matang bisa diangkat dari cetakan menggunakan sumpit atau garpu kemudian ditata secantik mungkin diatas piring. Meski sudah memiliki cita rasa tersendiri, menghias Ban-Yaki sebelum dicicipi juga bisa meningkatkan daya tarik tersendiri lho! Cukup ditambah saus lengkap dengan mayones atau keju parut yang mengundang tetesan air liur.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *