Karedok Cinta Untuk Mama

Karedok buatan mama terasa enak karena menggunakan cinta ketika membuatnya.

karedok
Karedok (Foto: JadiKangenIbu/Kamelia Taruna)

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore..horeee. Hatiku gembira.

Liburan kali ini selalu berbeda setelah kepergian Alm Ayah. Terlepas dari itu selalu ada sosok malaikat tanpa sayap yang diberikan Tuhan untukku.

Berselendang bianglala, ranum pipinya dan merekah senyumnya, telah lama menyematkan cinta pada hati anak-anaknya.

Liburan akhir tahun pun masih bernuansakan hari ibu, wanita yang nampak lemah namun kuat, nampak marah namun cinta, dan nampak diam namun perasa.

Jika kasih ibu sepanjang masa, maka kasihku hanya sepanjang gala ibu. Dan bila aku ditanya soal pahlawan, maka namamu ibu yang kusebut paling dulu.

Pada liburan yang sangat lama ini yaitu satu tahun, dari tahun 2017 sampai 2018 hehe.

Aku berusaha membuat makanan yang biasanya mama buat untuk dimakan dengan nasi, ataupun dinikmati tanpa nasi.

Berada jauh maupun dekat, karedok inilah yang membuatku #JadiKangenIbu.

(Baca juga: Antara Nasi Pecel, Ibu, dan Kotaku)

Di daerahku khususnya tataran sunda, biasa menyebutnya karedok. Maka sudah tak asing lagi disana bahwa karedok sunda memang menggoda. Unch unch.

Berbekal dengan resep dari mama, jadilah satu porsi karedok cinta untuk mama. Berbahan dasar sayuran segar yang sudah dicuci bersih.

Seperti kubis, kacang panjang, mentimun, tauge dan terong bulat, yang semuanya diiris kecil-kecil sesuai selera, dipadukan dengan bumbu kacang yang selalu beda dari tiap olahan tangannya.

Apalagi buatan tangan mama, meski resep sama namun rasa selalu juara hehe.

Tapi ingat karedok ini disajikan dari sayuran mentah yang masih segar lho, jadi jika dipadukan dengan bumbu kacang tadi akan terasa sangat nikmat dan segar karena sayurnya tidak dimasak.

Di akhir tinggal diberi sentuhan mantjah daun kemangi dan kerupuk di atasnya. Sudah enak, segar, nikmat, sehat lagi. Tambah unch unch kan sobat icip.

Karedok cinta untuk mama tadi, memang tidak seenak buatan mama. Tapi lumayan untuk membuat kado istimewa yang masih dalam nuansa hari ibu.

Sedikit percakapan waktu itu.

“Gimana ma karedoknya? Aneh ya? Punyaku ko gak seenak buatan mama, padahal resepnya sama.” Kataku sambil mengernyitkan dahi.

“Udah enak kok, cuma ada yang kurang. Makannya rasanya beda” jawab mama angguk-angguk sambil menyeka sela bibirnya.

“Apa ma?”

“Pake cinta.”

“Udah pake maaa, emang mama beli cinta di mana?”

Kemudian suasana menjadi hening.

Pada hari ibu tahun ini memang tak begitu banyak yang bisa kuberikan pada mama. Namun tetap saja ini masih dalam suasana hari ibu di akhir tahun besertaan dengan natal dan juga pergantian tahun baru.

Entah itu hari ibu, emak, mamak, umi, bunda, mama, enyak ataupun yang lainnya. Tetap saja itu sebutan untuk wanita kuat yang lembut hatinya. We love you mom <3

Suka? Vote Artikel Ini!

2 0
Kamelia Taruna
Written by
Tuntutlah sesuatu agar kita jalan kedepan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up