Logo Balanga

Jangan Takut! Berikut Panduan Praktis Jadi Vegetarian

 Jangan Takut! Berikut Panduan Praktis Jadi Vegetarian

Tren gaya hidup vegetarian di Indonesia termasuk yang paling besar se-Asia Tenggara.

Seiring perkembangan zaman, gaya hidup sehat ini makin mendapat sambutan positif. Terbukti dari berkembangnya bisnis kuliner vegetarian, mulai dari restoran dan supermarket khusus produk vegetarian.

Pada dasarnya, gaya hidup ini menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi lebih banyak sayur. Tapi bukan berarti tidak boleh makan daging sama sekali, lho.

Setiap orang punya alasan tersendiri kenapa memilih jadi vegetarian. Salah satunya adalah alasan kesehatan.

Dulu, vegetarian kerap dinilai tak mampu mencukupi kebutuhan gizi seseorang. Padahal pola makan vegetarian mampu memberi manfaat bagi tubuh.

Antara lain menjaga berat badan dan tingkat kolesterol, menyehatkan kulit, dan menurunkan resiko penyakit jantung serta kanker usus.


Baca juga:


Tipe-tipe Vegetarian

Ketika menjadi seorang vegetarian, banyak orang berasumsi bahwa produk hewani dan daging benar-benar dilarang. Padahal, vegetarian punya beragam jenis lho.

Lacto Vegetarian

Lacto vegetarian tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas, dan telur. Namun bisa mengonsumsi produk olahan susu seperti keju, mentega, dan yoghurt.

Ovo Vegetarian

Kebalikan dari lacto vegetarian, ovo vegetarian tidak mengonsumsi daging, produk susu, serta olahannya. Namun konsumsi telur dan olahannya justru diperbolehkan.

Lacto-ovo Vegetarian

Lacto-ovo vegetarian adalah gabungan dari lacto dan ovo vegetarian. Tidak makan daging dan ikan sama sekali, lacto-ovo vegetarian menambahkan produk susu dan telur sebagai protein.

Semi Vegetarian atau Flexitarian

Semi vegetarian atau flexitarian masih mengonsumsi daging, unggas, ikan, telur, dan susu. Namun, porsinya hanya 20-30% dari total makan harian.

Banyak flexitarian yang membatasi daging merah dan cenderung memilih daging unggas dan ikan.

Vegan

Di antara semua jenis vegetarian, vegan punya aturan paling ketat. Vegan tidak menyantap daging dan produk hewani lainnya sama sekali.

Biasanya, para vegan menolak produk-produk yang dianggap menyakiti hewan, seperti aksesoris bahan kulit atau bulu asli.

Vegan juga menentang penggunaan hewan sebagai percobaan produk kimiawi.


Baca juga: 


Sumber Zat Gizi dan Makanan Alternatifnya

Siapa bilang seorang vegan nggak bisa bertahan tanpa produk hewani?

Vegetarian bukan berarti tak mampu memenuhi asupan nutrisi seimbang. Kita juga bisa menemukan zat gizi serupa dari produk non-hewani. Cek panduannya berikut ini.

Nah, sekarang nggak perlu khawatir kalau vegetarian hanya terbatas sayur dan buah saja. Selalu ada alternatif bahan makanan yang membuat hidupmu jauh lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *