7 Jajanan Telur Murah Meriah yang Bikin Kangen Zaman Sekolah

Telur Dadar Mini
Telur Dadar Mini (Foto: alinmiko.wordpress.com)

Jajanan apa yang lezat, bisa dapat banyak dengan harga murah, dan bikin bahagia kaum milenial? Apalagi kalau bukan jajanan zaman sekolah, khususnya jajanan telur!

Telur memang mudah diolah dan banyak penggemarnya. Mulai dari telur ayam, telur bebek, hingga telur puyuh, semuanya jadi andalan pedagang jajanan kaki lima yang biasa mangkal di halaman sekolah. Masing-masing punya cita rasa berbeda, walaupun tak semua jajanan memakai tiga jenis telur tersebut.

Tidak heran jika jajanan telur di Indonesia terbilang ikonik dan legendaris karena masih terus bertahan hingga sekarang, dan selalu menjadi alasan kebahagiaan yang sederhana untuk para milenial.

Lalu apa saja sih jajanan telur zaman sekolah yang bikin kangen itu?

1. Telur Gulung

Kamu masih ingat rasa takjub melihat kelihaian abang penjual saat menuang kocokan telur ke minyak panas, lalu dengan cepat menggulungnya sampai tiris?

Cara memasaknya yang unik membuat telur gulung membangkitkan nostalgia.

Bahan telur gulung sangat sederhana, yakni telur ayam dan penyedap rasa. Biasanya, abang penjual pakai kaldu bubuk rasa ayam.

Cara membuatnya pun sederhana, tetapi butuh kelihaian dan kecepatan tertentu untuk membentuk telur gulung yang sempurna. Telur dikocok lepas dan dituang sedikit demi sedikit ke minyak panas. Begitu telur mengembang, lalu si abang menggulungnya dengan sebatang lidi.

Telur gulung klasik biasa dinikmati dengan saus merah pedas manis. Namun, telur gulung kekinian kerap menambahkan keju mozarella, saus jamur, dan sebagainya. 


Harga: Rp1.000 – Rp2.000 per tusuk (harga abang-abang depan sekolah)


2. Telur Dadar Mini

Telur Dadar Mini

Telur Dadar Mini (Foto: alinmiko.wordpress.com)

Telur dadar yang ini bukan untuk lauk nasi putih. Ukurannya yang mini lebih cocok dikudap dengan saus dan taburan kaldu bubuk.

Sama seperti telur gulung, telur dadar mini juga merupakan jajanan ikonik anak sekolah. Ada yang menyebutnya telor koin atau telor cetak karena dimasak dengan cetakan.

Bahan pembuatannya tak jauh beda dengan telur gulung. Namun, sebagian besar penjual sering memakai telur puyuh daripada telur ayam. Telur dikocok lepas dan diberi penyedap rasa. Setelah itu, adonan telur dituang di atas cetakan bulat kecil yang sudah dipanaskan dan dioles minyak. Dengan alat khusus seperti pengait, si pedagang lihai membolak-balik telur hingga matang seluruhnya.

Telur dadar ini biasa disajikan dengan wadah dari kertas cokelat atau kertas koran. Telur dadar mini semakin lengkap dengan topping dan saus andalan.


Harga: Rp5.000 – Rp8.000 per porsi isi 10 telur, tergantung permintaan


3. Aci Telur atau Cilor

Bosan dengan cimol? Beli saja cilor atau aci telor khas Jawa Barat. Harga tak jauh beda, tapi sensasi rasanya lebih “ramai” di mulut.

Ada berbagai bentuk cilor, yakni sate cilor, cilor dadar, dan cilor oseng. Pembuatan sate cilor mirip telur gulung. Adonan aci dibentuk bulat dan ditusuk seperti sate. Kemudian dicelupkan dalam kocokan telur dan digoreng hingga matang.

Cilor dadar juga mirip telur dadar mini. Adonan aci yang dipotong kecil-kecil dicetak lingkaran bersama kocokan telur. Sedangkan versi osengnya hanya perlu menumis adonan aci, telur, dan bumbu halus. Sering juga ditambahkan makaroni, sosis, atau bakso.

Cilor juga disajikan dengan saus merah legendaris atau aneka topping kekinian, seperti keju mozarella, saus kacang, hingga bumbu perasa.


Harga: Rp 2.000 – Rp 2.500 per satuan, tergantung permintaan


Baca juga:

4. Papeda Telur atau Cilung

Papeda Telur atau Cilung

Papeda Telur atau Cilung (Foto: heytheresia.com)

Papeda tak hanya dikenal sebagai ikon kuliner Papua, tapi juga jajanan anak sekolah dari Jawa Barat. Bentuknya memang berbeda jauh, tapi balutan telurnya makin menambah ciamik rasa kudapan murah meriah ini.

Papeda telur atau cilung adalah kreasi lain dari tepung aci atau sagu. Bedanya, tepung aci tidak dibuat adonan padat, melainkan dicairkan dengan air saja. Bahan-bahannya adalah tepung aci atau sagu, telur, penyedap rasa, sedikit minyak, dan bahan isian.

Cara membuatnya cukup mudah. Cairkan tepung aci dengan air secukupnya. Pecahkan telur dan tuang dalam wajan yang sudah panas. Siram dengan cairan tepung aci dan aduk merata. Saat mulai matang, tambahkan isian seperti bubuk perasa dan saus. Gulung-gulung dan sajikan!


Harga: Rp 2.000 – Rp 3.000 per tusuk (telur puyuh) / Rp 3.000 – Rp 4.000 per tusuk (telur ayam)


5. Sempol Ayam

Kalau jalan-jalan ke Kota Malang, jangan lupa mencicipi jajanan satu ini. Sempol adalah pengganjal perut andalan masyarakat kota tersebut, terutama bagi anak-anak sekolah.

Sempol ayam ibarat otak-otak yang dibalut telur goreng. Tak hanya ayam, ada juga yang memakai ikan tenggiri untuk sensasi berbeda. Bahan-bahannya adalah daging giling, telur, penyedap rasa, dan tepung tapioka. Semuanya dicampur rata dan dikepalkan pada tusuk sate. Adonan sempol pun dicelupkan dalam air mendidih hingga teksturnya matang. 

Setelah itu, siapkan kocokan telur sebagai pelapis adonan sempol. Kemudian goreng dalam minyak panas hingga cokelat keemasan. Sajikan dengan aneka saus favorit dan nikmati selagi hangat.


Harga: Rp 2.000 – Rp 3.000 per tusuk (harga Kota Malang dan sekitarnya)


6. Martabak Telur

Martabak Telor

Martabak Telor (Foto: resepdanmasakan.com)

Kamu yang mengaku pemburu jajanan malam pastinya tak asing dengan kudapan satu ini. Kehadirannya kerap mangkal di berbagai sudut jalan dalam bentuk gerobak atau gerai toko. Jajanan ini juga kerap nongol di halaman sekolah.

Jajanan legendaris ini berasal dari Tegal. Dua sahabat beda negara, yakni Ahmad bin Abdul Karim dari Indonesia dan Abdullah bin Hasan al-Malibary dari India, meracik sajian baru yang menyesuaikan lidah masyarakat setempat. Inovasi makanan khas India ini memakai bahan dan bumbu lokal yang mudah terjangkau di pasaran. Akhirnya, lahirlah jajanan yang terkenal sebagai “Martabak Lebaksiu”.

Ada dua versi martabak telur, yakni telur ayam dan telur bebek. Cita rasa telur bebek lebih kaya dan khas, sehingga harganya sedikit lebih tinggi dari telur ayam.

Kini, martabak telur hadir dengan berbagai topping, seperti keju mozarella dan salted egg. 

Harga:  mulai dari Rp 20.000 (telur ayam & telur bebek, tergantung jumlah telur)

7. Kerak Telor

Kerak Telor Khas Betawi

Kerak Telor (Foto: bairunindra.com)

Orang Betawi juga punya jajanan telur yang kadang-kadang muncul di halaman sekolah. Namun tak seperti jajanan lain yang kekinian, kerak telor hingga kini masih tampil apa adanya dan cenderung ‘berantakan’.

Kerak telor sudah ada sejak zaman Belanda. Orang Betawi pandai memanfaatkan potensi tumbuhan yang ada di tanah mereka. Banyaknya pohon kelapa pada zaman itu membuat mereka berkreasi dengan sajian baru.

Eksperimen bahan sederhana seperti beras ketan putih dan telur ternyata terasa lezat dengan racikan bumbu yang khas. Kencur, jahe, merica, dan cabai jadi bumbu andalan kerak telor. Taburan kelapa sangrai, ebi, dan bawang goreng menambah ciamik jajanan jadul ini.

Kudapan yang kerap dijuluki “Indonesian spicy omelette” ini masih bertahan dengan bentuk otentik. Sejauh ini, Belanga belum pernah mendapati kreasi kerak telor dengan keju mozarella, saus sambal, dan topping kekinian lain.

Bagi kamu yang bernostalgia, kerak telor bisa ditemui di Kota Tua, Kampung Betawi, dan Pekan Raya Jakarta.


Harga: Rp 15.000 – Rp 25.000 per porsi (harga Kota Jakarta dan sekitarnya)


Baca juga:

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up