Jajanan Tahun 90-an: Permen Gulali Bikin Meleleh Lidah

Sewaktu SD, aku sering membeli permen ini setiap jam istirahat tiba. Siapa yang tidak tahu jajanan yang satu ini. Ya, permen gulali. Permen gulali merupakan jajanan di masa kecil kita.

Rasanya yang manis dan memiliki berbagai macam bentuk yang dapat menarik perhatian anak-anak. Tidak hanya digemari oleh anak-anak, tapi juga kalangan orang dewasa. Pilihan bentuknya juga unik, mulai dari bentuk terompet, kuda, hingga dot.

Gulali terbuat dari adonan gula kental panas yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam karakter tumbuhan, hewan, maupun benda-benda yang ada disekitar kita. Cara membuatnya juga cukup mudah. Hanya dibentuk dengan tangan dan gunting.

Ada juga yang dibuat dengan cara ditiup oleh sang penjual. Kemudian, ditusuk dengan stik kayu dan beberapa menit kemudian akan mengeras, hingga teksturnya sama dengan lollipop.

Selain itu, ada juga jenis gulali yang lain. Salah satunya, yaitu harum manis atau biasa disebut rambut nenek/nyonya. Rambut nenek/nyonya ini bentuknya seperti kapas yang berwarna-warni, tentunya terbuat dari gula.

Gula yang digunakan, yaitu gula pasir dan gula jawa yang diberi pewarna makanan yang berbeda beda sehingga harum manis ini sangat bervariasi warna dan rasanya.

Dari semua jenis gulali, aku paling suka jenis yang ini. Selain cara pengerjaannya yang unik, dari gula pasir warna biasa tiba-tiba bisa menjadi kapas dengan menggunakan mesin khusus itu membuat aku tertarik. Ditambah lagi rasanya yang menggoyang lidah dan langsung lumer di mulut.

Saat ini penjual gulali mulai sulit ditemui dan bisa dibilang sudah langka. Namun, masih ada juga beberapa penjual gulali yang bertahan untuk tetap menjual permen tradisional ini.

Dulu harga permen gulali ini masih murah, yaitu sekitar Rp2.000-Rp5.000 per tangkai. Kini, harganya mulai sedikit lebih mahal, yaitu Rp5.000-Rp10.000 per tangkai.

Karena bahan dasarnya gula, aku sarankan untuk tidak berlebihan mengonsumsinya. Bukan hanya permen gulali saja, tapi berbagai makanan yang bersifat manis juga.

Jika berlebihan mengonsumsinya dikhawatirkan akan merusak gigi kamu, apalagi kalau kamu jarang menyikat gigi maka akan memperparah kondisi gigimu. Tetap menikmati secukupnya saja ya, teman-teman!

Dan, sebagai anak Indonesia yang baik, kita harus tetap melestarikan jajanan-jajanan Indonesia agar tidak punah dan selalu dikenang oleh banyak orang.

Anda bisa saja membuka toko dengan menjual berbagai makanan dan minuman jaman dulu, seperti yang dilakukan oleh dua orang sahabat asal Jakarta, yaitu Dahlan dan Eby. Berawal dari keinginan bernostalgia masa kecil, mereka memberanikan diri membuka toko yang menjajakan jajanan masa lalu.

Sekarang toko tersebut sudah memiliki cabang di berbagai kota. Karena minat dari orang orang yang cukup banyak terhadap jajanan tahun 90-an. Pendapatan yang mereka dapat juga cukup besar, loh.

Jadi, buat kalian jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan terus melestarikan jajanan Indonesia ya, guys!

Oke, semoga artikel saya dapat memberi inspirasi kepada teman-teman yang sudah membaca. Terima kasih.

 

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *