Logo Balanga

Doco Fo’o atau Mangga Cincang

 Doco Fo’o atau Mangga Cincang

Bima yang memiliki banyak sekali kuliner khasnya. Salah satunya, yaitu doco fo’o atau mangga cincang. Makanan khas Bima ini sering kali dijumpai pada musim hujan atau lebih tepatnya pada musim mangga.

Doco Fo’o merupakan salah satu makanan yang harus  ada ketika masyarakat sekitar ketika menanam ataupun memanen padi. Rasanya yang asam ditambah sensasi pedas dari cabai bisa mendorong penikmat kuliner tersebut selalu ingin menambahnya.

Doco fo’o biasanya selalu dipasangkan dengan nasi walaupun tanpa embel-embel lauk lainnya. Bima merupakan salah satu kabupaten yang banyak memiliki olahan makanan asam salah satunya, yaitu doco fo’o.

Bagi pecinta kuliner yang ingin langsung mencoba untuk membuat doco fo’o yang penuh dengan sensasi asam pedasnya bisa ikuti langkah-langkah di bawah ini:

    • Siapkan mangga muda, tomat, bawang merah, daun bawang, daun kemangi, garam, dan penyedap rasa lainnya.
    • Pastikan mangga sudah dikupas kulitnya.
    • Iris kecil-kecil mangga tersebut sehingga berbentuk silinder.
    • Peras mangga dengan menggunakan air garam sehingga rasa asamnya berkurang kemudian buang air mangga yang sudah diperas.
    • Iris kecil-kecil tomat,bawang, daun bawang, serta daun kemangi yang sudah disiapkan sebelumnya.
    • Campur bahan-bahan yang sudah diiris serta masukan garam, micin, dan penyedap rasa lainnya.
    • Bagi pecinta makanan pedas, bisa tambahkan cabai sesuai selera
    • Doco fo’o bisa juga ditambahkan dengan santan kelapa bagi  pecinta makanan yang bersantan.

Tanpa santan juga tidak mengurangi rasa nikmat yang melekat pada makanan khas Bima ini.  

Jika ingin menghidangkan doco fo’o, orang Bima terkadang juga senantiasa menyiapkan makanan-makanan lainnya, seperti  sayur bening dan ikan asin supaya makanannya terasa lebih nikmat.

Doco fo’o ini sangat cocok disantap bersama keluarga dan teman-teman saat makan siang karena rasanya yang asam sehingga kurang cocok kalau disantap di pagi ataupun malam hari.

Dampak yang dirasakan apabila penikmat doco fo’o menyantapnya di pagi ataupun malam hari, yaitu bisa mengakibatkan sakit perut dan mules.

Doco fo’o sangat cocok juga bagi para perantau yang memiliki kekurangan dalam hal keuangan karena bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat doco fo’o sangat mudah didapatkan di pasar dengan  harga yang relatif terjangkau dan murah bagi mahasiswa perantau.

Bagi teman-teman yang berkunjung ke Bima, tidak afdal rasanya jika tidak mencoba kuliner yang satu ini, karena sensasi yang diberikan doco fo’o tidak bisa ditemukan di kota maupun kabupaten lainnya.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *