Indonesia Punya Keju Asli Sulawesi Selatan, Nggak Kalah Sama Impor!

Indonesia Punya Keju Asli Sulawesi Selatan, Nggak Kalah Sama Impor!
Keju dangke asli Enrekang, Makassar. (Foto: travelingyuk.com)

Siapa sangka Indonesia juga memproduksi keju lokal.

Selama ini, keju yang kita konsumsi merupakan produk impor dari berbagai negara. Harganya kurang terjangkau semua lapisan, meskipun produk susu ini banyak diolah menjadi makanan.

Bicara produk lokal, keju Indonesia ini diproduksi di Sulawesi Selatan. Tepatnya di Kabupaten Enrekang, Makassar. Warnanya putih seperti mozarella. Teksturnya pun halus dan agak lunak. Namun, keju ini tidak dibuat dari susu sapi, melainkan kerbau.

Teknik mengolah susu menjadi keju sudah diperkenalkan bangsa Belanda sejak 1900an. Dulu, produksi keju di Sulawesi cukup berlimpah.

Setiap opsir Belanda menerima keju dari rakyat Enrekang, mereka akan berucap danke. Artinya terima kasih dalam bahasa Belanda. Itulah sebabnya keju ini diberi nama dangke.

Ada juga yang meyakini kalau dangke terinspirasi dari  keju Jerman, yakni keseek. Warna dan teksturnya serupa, yakni sekilas mirip tahu putih.

Baca juga: 

Darimanapun asalnya, dangke juga diproses seperti keju lain yakni fermentasi.

Pertama, susu kerbau direbus hingga mendidih. Kemudian ditambahkan getah pepaya untuk memisahkan air dan lemak susu. Getah ini juga berfungsi untuk membentuk bongkahan keju. Kadang ditambahkan sari nanas untuk rasa asam dan warna kekuningan.

Proses fermentasi dianggap sukses kalau keju sudah berbentuk padat. Selanjutnya, bahan ini diberi garam dan dicetak dalam batok kelapa yang sudah dibersihkan. Keju ini siap dipasarkan dengan harga Rp 15.000 per setengah batok kelapa. Kamu bisa menemukannya di pasar tradisional bahkan toko online.

Kalau biasanya diparut atau langsung dicampur dalam masakan, keju khas Sulawesi justru diolah dengan cara unik. Dangke akan dipotong sesuai selera, lalu dipanggang atau digoreng dalam minyak.

Bayangkan kalau potongan keju mozarella digoreng atau dipanggang. Bedanya, dangke lebih padat dan nggak gampang meleleh seperti mozarella.

Masyarakat Sulawesi senang menyantapnya dengan sepiring nasi hangat dan sambal terasi. Nasinya dibuat dari beras pulu mandoti, yakni beras lokal dari Sulawesi yang beraroma wangi.

Baca juga: 

Cara bersantapnya kurang familier tapi populer di Makassar dan sekitarnya. Kamu juga bisa bereksperimen dengan keju ini untuk topping pizza atau macaroni schotel misalnya.

Konon, dangke punya manfaat yang baik untuk tubuh. Selain kalsium tinggi, dangke juga mengandung protein betakaroten untuk menambah stamina dan meningkatkan gairah seksual.

Kamu tertarik mencoba? Yuk bertandang ke Enrekang!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up