Cokelat Tempe Jadi Oleh-Oleh Khas Malang. Ini Kisahnya!

Cokelat Batangan
Ilustrasi Cokelat Batangan. (Foto: woozylabs.com)

Bagi penggemar cokelat, rasanya belum afdol jika belum makan atau minum olahan cokelat tiap hari.

Cokelat adalah bahan yang bisa diolah jadi beragam sajian. Entah itu dessert, minuman, hingga cokelat batangan siap makan.

Bicara soal cokelat batangan,kamu pasti familier dengan cokelat isi kacang-kacangan seperti hazelnut, almond, dan sebagainya.

Tapi, gimana kalau kacang-kacangan yang gurih dan renyah itu diganti tempe goreng.

Ada cokelat tempe khas Kota Malang, nih. Bayangkan ketika digigit, ada perpaduan rasa tempe dan cokelat yang menyatu di mulut. Pastinya unik banget ya?

BACA JUGA: 5 Kue Artis Paling Terkenal yang Terbukti Ciamik

Pelopor cokelat tempe adalah Yoga Surya Pratama. Lulusan SMK TKJ (Teknik Komputer Jaringan) ini sempat mengenyam bangku kuliah. Tidak sampai selesai, Yoga memutuskan untuk memulai bisnis dibantu sang ibu.

Melalui perbincangan via Whatsapp (20/3), Yoga mengungkapkan bahwa tempe adalah warisan kuliner Nusantara yang terpinggirkan. “Dari situ muncul ide kita untuk mengemas tempe agar lebih berkelas.”

Sejak awal, Yoga menargetkan para milenial sebagai konsumen yang potensial. Baginya, para milenial memang suka hal baru, unik, dan menantang. Fakta ini membuatnya tidak takut untuk memperluas jaringan pasar.

Terbukti dengan melebarkan sayap, bisnis cokelat tempe Yoga dapat memproduksi 20 kg cokelat per hari. Produk tersebut akan didistribusikan melalui gerai, toko cinderamata, dan online.

BACA JUGA: Cokelat Indonesia Paling Top se-Dunia? Ini Buktinya!

Cokelat tempe dibuat dari tempe kedelai yang digoreng. Setelah itu, tempe ditiriskan hingga minyaknya tidak menetes dan teksturnya cukup kering. Potongan tempe dicampurkan dalam lelehan cokelat. Terakhir, cetak dan simpan dalam lemari es hingga padat.

Brand cokelat tempe milik Yoga, yakni De Konco, memiliki beragam varian rasa. Antara lain dark spicy choco tempe, apple choco tempe, strawberry choco tempe, white choco tempe, dan milk choco tempe. Untuk ke depannya, ada varian rasa baru yang akan diluncurkan.

Harganya pun bervariasi, terhitung mulai Rp 8.000 per batangnya. Tidak hanya Malang, cokelat tempe juga diburu orang Surabaya, Jawa Tengah, Bandung, Jakarta, Palembang, hingga Manado.

Luasnya minat masyarakat terhadap cokelat tempe memunculkan kompetitor baru.

Bukan cuma Indonesia, kompetitor bisnis juga datang dari Singapura dan Malaysia. Maklum, negara tetangga ini juga produsen tempe yang cukup besar.

“Nggak masalah, sih. Malah jadi motivasi kami untuk terus berinovasi,” tutup Yoga.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up