Logo Balanga

Cimplung: Si Manis nan “Nylekamin” dari Purwokerto

Hai Sahabat Belanga Indonesia!

Ada yang kangen nyemil jajanan daerah?

Kali ini saya akan mengajak Anda berkenalan dengan salah satu makanan khas Purwokerto yang pasti manis dan nylekamin di lidah!. Penasaran? Yuk kita intip!

Nama makanan ini adalah cimplung. Terbuat dari bahan dasar singkong yang dimasukan ke dalam badeg (air nira) yang mendidih.

Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, hal ini dilakukan agar tekstur singkong yang masih keras  menjadi empuk nantinya. Meski terlihat sederhana, pembuatannya memerlukan kesabaran penuh.

Singkong harus terus diaduk agar tidak menempel menjadi satu dengan yang lainnya. Proses pengadukan baru berhenti jika singkong sudah sedikit lunak, hal ini dilakukan agar bentuk cimplung tidak hancur nantinya.

Dahulu, cimplung dibuat karena adanya kelebihan badeg dari proses nggulani (pembuatan gula merah). Badeg yang masih mendidih di atas kuali kemudian diberi potongan singkong.

Konon, bunyi plung dari singkong yang dimasukkan ke dalam badeg inilah yang mendasari nama cimplung tersebut.

Namun tidak menampik sumber lain yang menyebutkan bahwa nama cimplung sendiri diambil dari proses pembutannya yang dilakukan dengan cara di cemplung (dicelup) ke dalam badeg. Sehingga lama-lama penyebutan cemplung ini berubah menjadi cimplung seperti sekarang.

Cimplung kemudian mulai dijajakan oleh pedagang keliling, biasanya ditaruh pada ranjang bambu yang sudah diberi alas. Dengan uang 4.000 rupiah Anda bisa menikati cimplung yang nylekamin ini.

Rasanya yang gurih oleh garam dan manis dari badeg akan membuat Anda menyesal apabila hanya membeli satu. Maka bersiap-siaplah membawa sekantong plastik besar cimplung ya!.

Jika Anda berniat mencari jajanan ini di Purwokerto, alangkah baiknya jika berkunjung langsung ke tempat produksi cimplung di desa Sudimara, Cilongok. Karena akan sulit apabila mencarinya di pusat oleh-oleh.

Cimplung hanya mampu bertahan 2-3 hari sehingga penjualannya hanya sebatas daerah yang dekat saja. Berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota Purwokerto Anda akan sampai ke lokasi tujuan.

Jika beruntung, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan gula merah secara manual oleh warga setempat.

Setelah lelah melihat proses pembuatan gula merah, tentunya Anda bisa menikmati cimplung yang dibuat dari tempat yang sama.

Cimplung akan terasa lebih nikmat apabila disantap selagi masih hangat, ditemani secangkir kopi dan duduk di teras sambil menikmati suasana pedesaan yang menyenangkan.

Rasa manis cimplung Purwokerto akan membuat siapa saja rindu kembali ke kota Satria ini.

Hmm… Tertarik mencobanya? Yuh dolan menyang Purwokerto!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *