Chef Max Mandias: Susu dan Telur Nggak Baik Buat Kesehatan

Chef Max Mandias: Susu dan Telur Nggak Baik Buat Kesehatan
Telur mata sapi dan susu. (Foto: Pexels.com)

Telur dan susu umumnya dipahami publik sebagai makanan dan minuman bergizi tinggi. Namun, bagi Chef Max Mandias, co-founder Burgreen, susu dan telur justru kurang bermanfaat bagi tubuh.

Ia menganjurkan untuk menghentikan asupan susu kemasan yang sudah diolah pabrik.

“Selama ini kita tertipu riset-riset gizi soal susu. Itu semua strategi produsen aja supaya dapat market-nya,” ujar Max  saat dijumpai selepas demo masak dalam acara Vegan Fest di Tribeca Central Park, Jakarta Barat (23/3).

Menurutnya, banyak peneliti dari universitas-universitas luar negeri ternama yang sudah membuktikan. Konsumsi susu olahan pabrik secara rutin justru meningkatkan risiko osteoporosis.

“Satu gelas per hari bikin tulang makin rapuh,” tambah Max.

Chef Max Mandias adalah salah satu pendukung Indonesian Vegan Society (IVS). Selain susu, ia juga menyayangkan konsumsi telur.

Salah satu produk peternakan ini ternyata mengandung zat yang menyumbat pembuluh darah. “Telur mengandung kolin. Buat penderita diabetes, kolin ini justru menaikkan gula darah.”

Namun, Max tidak melarang konsumsi telur. Semuanya kembali pada pilihan masing-masing. “Sebaiknya makan telur dibarengi makanan lain, seperti tahu, jamur, dan sebagainya”.

Baca juga: 

Max Mandias Burgreens

Chef Max Mandias membuat smoothies dalam Vegan Festival Indonesia 2018. (Foto: Belanga.id/Reyhan)

Max juga bercerita soal restoran vegannya, Burgreens. Berdasar pengalaman, banyak pengunjung asing atau turis yang justru mencari bahan-bahan lokal. “Mereka suka banget sama tempe. Pokoknya bahan-bahan yang nggak bisa mereka temui di sana (negara asalnya).”

Budaya vegan di Indonesia juga lebih mengacu pada produk luar misalenya kale dan biji chia. Padahal, produk-produk lokal juga berpotensi untuk hidangan vegan yang “lebih Indonesia”.

“Kita bisa pakai minyak kelapa, cuma kebanyakan lebih kenal olive oil yang bagus untuk kesehatan. Padahal ya sama saja. Orang bisa mulai hidup vegan dengan kebiasaan masing-masing,” kata Max memberi contoh.

Max mengaku bahwa mengubah gaya hidup vegetarian menjadi vegan tidaklah mudah. Semuanya berawal dari kebiasan. Kini, lelaki yang pernah bermukim di Amsterdam ini menjalani “whole-food plant-base diet”.

Jenis diet ini juga diperkenalkan dalam Vegan Festival Indonesia 2018.

Intinya, diet ini mengacu pada konsumsi sayur dan buah (plant-based) dalam bentuk utuh (whole-food). Bahan sayur dan buah harus diproses seminimal mungkin agar cita rasa aslinya tidak hilang. Misalnya menjadi smoothies, salad, hidangan rebus, atau dikukus.

“Kalau whole-food plant-based diet biasanya lebih ke sayur, buah, ubi, beras merah. Intinya sebisa mungkin masih mendekati bentuk asli (makanan itu). Kalau keripik kentang kan bentuknya bukan kentang lagi tuh,” jelas Max dengan bersemangat.

Baca juga: Jangan Takut! Berikut Panduan Praktis Jadi Vegetarian

 

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up