Catatan Si Bhoi, Kue Bolu Oleh-Oleh Khas Aceh

Kue bolu yang satu ini tidak dibuat dengan loyang bundar!

Kue bhoi
Kue Bhoi Aneka Bentuk. (Foto: klikkabar.com)

Catatan si Boy adalah film box office Indonesia tahun 80an.

Saking populernya, bisa diadu dengan film Dilan yang digandrungi anak zaman sekarang.

Namun, Bhoi yang satu ini bukan nama cowok biker yang kaya raya.

Kue bhoi adalah kudapan khas Aceh yang bertekstur garing di luar dan lembut di dalam.

Nama bhoi sendiri merupakan bahasa Aceh yang berarti kue bolu.

Jadi, orang Aceh akan bilang “makeun bhoi” atau menyantap kue bolu. Bukan “makeun kuih bhoi” yang artinya menyantap kue kue bolu.

Meski disebut kue bolu, kudapan ini terlihat cukup berbeda. Bentuknya sangat beragam, mulai dari bunga, kerang, hingga ikan koi.

Baca juga: Teh Susu Aceh, Pembuatannya Unik dan Harus ‘Ditarik-tarik’

Kue bhoi bentuk ikan mengingatkan pada taiyaki khas Jepang.

Taiyaki merupakan jajanan yang mirip kue bolu, tapi diisi pasta kacang merah.

Adonan taiyaki tak berbeda dengan pancake, yakni tepung terigu, mentega, gula, telur, dan susu.

Sedangkan kue bhoi berbahan dasar tepung terigu, gula, dan telur.

Tekstur kue bhoi memang tidak selembut taiyaki.

Namun, inilah rahasia awetnya kudapan Aceh yang biasa dijadikan oleh-oleh ini.

Kandungan gula dalam kue ini jadi pemanis sekaligus pengawet alami hingga berbulan-bulan. Wow!

Cara pembuatan kue ini juga unik, lho. Takaran bahannya harus 1:1:1.

Jadi kalau pakai 150 gram tepung terigu, maka gulanya pun 150 gram plus dua butir telur.

Telur dikocok dulu hingga cukup kental dan hilang amisnya.

Setelah itu, tepung terigu dan gula pun dicampur ke dalam telur kemudian diaduk hingga rata.

Adonan ini dibuat dalam cetakan beraneka bentuk, lalu dipanggang hingga matang kecokelatan.

Baca juga: Brownies Khas Palembang Ini Hijau dan Beraroma Wangi

Kue bhoi mudah ditemui di toko oleh-oleh hingga pasar tradisional.

Kamu bisa berkunjung ke kawasan wisata Lampuuk, Pasar Aceh, Pasar Seutui, dan Pasar Peunayong untuk jalan-jalan sekaligus mencicipi kudapan ini.

Disantap dengan secangkir kopi atau teh di sore hari, hmm kedengarannya mantap ya?

Selain itu, kue gurih manis ini juga sering disajikan dalam acara adat, syukuran, atau hari raya di Aceh.

Bhoi juga sering dijadikan hantara pengantin pria kepada pihak wanita, lho.

Wah, pengantin mana yang bisa menolak lezatnya kue khas Aceh ini? Yang pasti bukan Belanga, nih!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up