Tips Memilih dan Mengolah Ikan Segar

Memilih dan mengolah ikan ada triknya
Memilih dan mengolah ikan ada triknya (Foto: Pixabay)

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh cacing dalam produk makarel kemasan.

Awalnya hanya beberapa kaleng di Pekanbaru. Kembali dikonfirmasi BPOM, kini ada 27 merek yang mengandung cacing dan ditarik peredarannya.

Oleh karenanya, kembalilah pada ikan-ikan segar yang lebih sehat dan bernutrisi.

Mengolah ikan segar memang tidak mudah. Alih-alih nikmat, rasa dan teksturnya bisa berubah kalau diolah dengan tidak tepat.

Berikut tips bagaimana memilih dan mengolah ikan dengan baik dan benar.

Memilih Ikan yang Segar

Pilih ikan segar dengan ciri-ciri:

  • Warna insang merah segar dengan lendir normal
  • Aroma ikan tercium segar
  • Sisiknya kuat, tak mudah lepas, dan utuh
  • Daging ikan masih kenyal

Membersihkan Sisik dan Isi Perut Ikan

Ikan segar tidak bersih hanya dengan aliran air saja. Untuk masakan, pastikan sisik dan jeroannya juga ikut dibuang.

Untuk membersihkan sisik, arahkan mata pisau agak miring pada badan ikan. Tekan pisau perlahan ke bagian perut hingga ekornya. 

Selanjutnya membersihkan jeroan dan insang. Potong insang pada kedua sisinya. Hati-hati mengeluarkan isi perut ikan agar kantung empedunya tidak pecah. Jika pecah, daging ikan akan terasa pahit ketika diolah.

Cuci ikan hingga bersih di bawah air mengalir. Gunakan perasan jeruk nipis untuk merendam ikan selama 5-10 menit. Aroma amisnya akan hilang seketika.

Menyimpan Ikan dalam Lemari Es

Jika tidak segera diolah, simpan ikan dalam lemari es setelah dicuci dan dibersihkan.

Menurut teori, ikan segar mampu bertahan 2-3 dalam lemari es. Namun, kualitas rasa dan teksturnya akan menurun drastis. Oleh karena itu simpan 3-4 hari saja, lalu segera olah menjadi beragam masakan.

Mengolah Ikan dengan Tepat

Ikan dalam keadaan beku perlu dicairkan terlebih dulu. Pencairan atau thawing tidak bisa sembarangan. Cara pertama, pindahkan ikan beku dari lemari es pada chiller kulkas selama 12 jam. Cara kedua, rendam dalam air dingin agar kristal es luruh.

Hindari mencairkan bahan beku dengan air hangat atau suhu ruang. Pertumbuhan bakterinya akan berlangsung cepat dan bahan makanan tidak lagi higenis. 

Selanjutnya untuk proses memasak, pastikan kamu memahami resep ikan yang akan dibuat. 

Pilih jenis ikan yang tepat untuk masakanmu. Semua ikan laut dan air tawar dapat diolah hingga bertekstur renyah.

Namun ikan tongkol misalnya, hindari memasak terlalu lama karena tekstur dagingnya menjadi liat. Begitu juga dengan ikan salmon yang tekstur dagingnya rapuh dan mudah hancur.

Misalnya ikan goreng. Gunakan minyak panas hingga seluruh bagian ikan terendam (deep fry). Ikan goreng ini berteksur lebih kering dan renyah.

Ikan juga bisa digoreng dengan minyak yang tidak terlalu banyak. Saat menggoreng, hindari membolak-balik badan ikan agar tidak pecah. 

Hindari mengolah ikan terlalu matang. Ikan yang overcook akan kehilangan cita rasa khas dan kelezatannya.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up