Bir Khas Betawi Ini Aman Bagi Segala Usia

Indonesia memberi batasan peminum bir dan alkohol lainnya untuk masyarakat berumur 21 tahun ke atas. Tentunya, kebijakan ini berkaitan dengan kandungan dan efek dari jenis minuman tersebut.

Namun, ada jenis bir yang aman dan bisa dinikmati berbagai kalangan di Jakarta, yaitu bir pletok.

Eits, jangan panik dulu. Bir pletok bebas dari bahan alkohol, kok. Sebaliknya, minuman khas Betawi ini memakai beragam rempah yang baik bagi kesehatan serta dapat menghangatkan tubuh.

Cerita bir pletok berawal dari kebiasaan minum orang Belanda selama bermukim di Indonesia. Dulu, orang Belanda senang berkumpul dan minum-minum selepas kerja seharian. Minuman yang disajikan cenderung beralkohol karena membuat tubuh lebih rileks.

Seorang pemuda Betawi terpicu kebiasaan tersebut. Namun kuatnya pengaruh agama Islam di Tanah Jawa membuat rakyat Betawi mencari alternatif lain. Akhirnya, para perempuan Betawi pun meracik minuman baru dengan efek rileks seperti bir.

Minuman yang mirip bir ini berbahan dasar kayu secang, kapulaga, cengkih, pala, kayu manis, jahe, serai, daun pandan, dan gula. Semuanya direbus dalam air mendidih, lalu disaring airnya saja. Minuman ini berwarna merah karena kayu secang. Warna ini setidaknya bisa menyaingi warna bir Belanda yang menarik.

Bir Betawi ini tak hanya disuguhkan untuk kaum pekerja, tapi juga dijajakan berkeliling dengan gerobak. Awalnya, bir Betawi hanya disajikan hangat. Namun seiring berjalannya waktu, bir Betawi juga nikmat disajikan dingin.

Nama “pletok” ini terinspirasi dari bir Betawi dingin. Suara pletok, pletok muncul karena bir Betawi hangat langsung dituang dalam gelas berisi es batu. Dari situlah, nama bir pletok lebih dikenal sebagai bir asli Betawi yang aman diminum.

Bir pletok bisa ditemukan secara kaki lima atau sajian kafe. Rasanya manis dengan rempah yang cukup kuat, sehingga tak heran jika bir pletok nikmat diseruput selepas beraktifitas. Tak hanya diminum di tempat, bir pletok juga punya versi botol siap minum.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *