Berbagai Versi Asal Usul Bika Ambon, Si Legit Kenyal Keemasan

Kue bertekstur legit dan kenyal ini ternyata punya cerita asal usul yang berbeda dan menarik untuk ditelusuri.

bika ambon
Bika Ambon (Foto: linaconfectionery.com)

Saat pertama kali mendengar bika ambon, banyak orang mengira kue ini berasal dari Maluku.

Padahal, bika ambon adalah salah satu kudapan khas Medan, Sumatera Utara.

Kue bertekstur legit ini berwarna kuning kecokelatan dengan rongga di bagian dalamnya.

Aroma dan citarasanya begitu khas, terutama saat baru matang.

Sebagai ikon kuliner Medan, bika ambon banyak diburu para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Bika ambon adalah oleh-oleh yang tahan lama. Meski tanpa bahan pengawet, kue kenyal ini tahan selama 3-4 hari.

Selain oleh-oleh, bika ambon juga disajikan sebagai suguhan hari Idul Fitri di Medan.

Baca juga: Laksa, Digemari di Nusantara Sejak Dahulu Kala

Kue ambon dibuat dari tepung terigu, tepung sagu/kanji, telur, ragi, gula, dan santan.

Daun pandan, daun jeruk, atau vanilli juga ditambahkan untuk memperkuat aromanya.

Kue ini terkenal dengan banyaknya penggunaan telur untuk satu resep, terutama kuning telur.

Kuning telur memang melembutkan tekstur dan membuatnya lumer di lidah.

Sementara ragi dipakai sebagai bahan pengembang alami dan membentuk serat-serat halus di dalam bika.

Awalnya, kudapan ini dibuat dengan nira atau sirup tebu. Nira juga bisa jadi bahan pengembang alami untuk kue ini.

Baca juga: Sejarah Kue Brownies, Kue “Gagal” yang Lezat

Konon, ada banyak versi sejarah bika ambon.

Versi pertama dari seorang budayawan dan sejarawan Indonesia, M. Muhar Omtatok.

Menurut beliau, bika ambon terinspirasi dari kue khas Melayu, yakni bika atau bingka.

Dulu, kue tersebut dimodifikasi dengan tambahan nira (tuak) sebagai bahan pengembang.

Alhasil, kue dengan nira ini memiliki banyak serat di dalamnya dan terasa lebih kenyal dari bingka Melayu.

Cerita ini berlanjut dengan lokasi penjualan bika ambon. Kue berwarna keemasan ini pertama kali dijual di simpang Jalan Ambon, Medan.

Dalam waktu singkat, bika dari Jalan Ambon ini populer di kalangan masyarakat Medan.

Masyarakat pun lebih mengenalnya sebagai “bika ambon”, yakni kue bika dari Jalan Ambon.

 

Versi kedua datang dari Usman Pelly, seorang pakar antropologi Indonesia.

Dikatakan bahwa bika ambon merupakan inovasi warga Tionghoa pada masa prakemerdekaan.

Cerita pertama datang dari kecamatan Amplas, Medan.

Dulu, daerah Amplas dibagi menjadi dua wilayah, yakni barat dan timur sungai.

Bagian barat sungai disebut Amplas Pabrik karena terdapat pabrik latex.

Bagian timur sungai disebut Amplas Kebon karena banyak kebun tembakau dan kakao yang berdekatan dengan rumah penduduk.

Menurut cerita, bika ambon dibawa oleh buruh transmigran Jawa yang menjual kue sejenis bika di Medan.

Kenikmatan kue bika milik buruh transmigran ini sampai ke telinga orang Belanda dan Tionghoa.

Seorang pedagang turunan Tionghoa pun turun tangan memasarkan dan membantu sang buruh.

Kelihaian pedagang Tionghoa ini dalam menawarkan barang membuat kue bika ini terkenal seantero Medan.

Kue bika ini pun dijuluki bika ambon alias bika Amplas Kebon.

Cerita kedua datang dari zaman kolonial di Tanah Deli, Sumatera Utara.

Seorang Tionghoa menciptakan kue baru di rumahnya yang terletak di Jalan Majapahit, Medan.

Setelah matang, kue tersebut dicicipi oleh asisten rumah tangganya yang berasal dari Ambon, Maluku.

Pria Ambon tersebut sangat suka dan menikmatinya dengan lahap. Akhirnya, orang Tionghoa ini menjual kue tersebut dengan nama bika ambon.

Baca juga: Bingka, Kue Spesial Untuk Hari yang Spesial

Versi terakhir berasal dari daerah yang diduga-duga sebagai asal dari kue ini, yakni Ambon, Maluku.

Konon, bangsa Portugis membawa kue bika saat mencari rempah di Ambon.

Kue ini dibawa dari Melayu dan seorang warga Ambon tertarik untuk menelusurinya.

Ketika berhasil menemukan bika di Malaysia, warga Ambon ini pulang ke rumahnya dengan singgah terlebih dulu di Medan.

Selama tinggal di Medan, warga Ambon ini menjajakan kue bika buatannya sendiri.

Masyarakat setempat pun menggemari bika buatan si warga ambon dan menamainya “bika ambon”.

Baca juga: Kue Bagea, Kudapan Natal Khas Papua dan Maluku

Banyaknya versi sejarah bika ambon ternyata belum semuanya disepakati bersama. Jejak asal usul bika ambon masih terus jadi bahan diskusi dan riset.

Menurut kamu, mana asal usul bika ambon yang tepat?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up