Belum ke Malang Kalau Belum Mencicipi Baksonya

Aku tinggal di kota indah yang sering jadi tujuan wisata setiap akhir pekan. Enggak heran, karena ada puluhan destinasi wisata di sini.

Mulai dari tempat wisata yang alami sampai buatan, membentang dari gunung sampai lautan. Malang yang dingin selalu menyambut hangat siapa saja yang datang menikmati pesonanya.

Bukan hanya karena atmosfernya yang nyaman dan lanskapnya yang molek hingga membuat siapapun ingin kembali ke sini, Malang juga merupakan surganya kuliner.

Beraneka hidangan lezat selalu cocok disantap di kota ini. Cuaca Malang yang sejuk memang membuat gampang lapar.

Kalau sudah menginjakkan kaki di kota ini, jangan harap program diet akan berhasil. Makan, makan, makan adalah kegiatan paling menyenangkan sambil pasang tagar #dietmulaibesoksaja.

Salah satu kuliner khas yang melegenda dan wajib dicoba di Malang adalah bakso. Hampir semua bakso di Malang itu enak. Mulai dari bakso yang dijajakan rombong keliling, dijual di kaki lima, maupun sekelas restoran, yakin, deh, semuanya enak!

Enggak perlu ragu manggil bapak-bapak yang mendorong gerobak baksonya untuk dicicipi di Malang. Atau mau coba bakso yang kekinian?

Mau yang beraneka isian, ukuran super besar, berkuah super pedas, atau bakso bakar dengan sensasi swalayan? Semuanya ada! Dan hampir semuanya enak. Menginap seminggu di Malang kayaknya enggak cukup deh untuk mencoba beraneka rupa kuliner baksonya.

Bakso sebenarnya adalah kuliner yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dulu, kami orang Malang menyebutnya bakwan. Namun, sekarang bakso dan bakwan adalah dua jenis makanan yang berbeda.

Bakso terbuat dari daging sapi yang dibumbui bawang dan merica, ditambah dengan kuah berkaldu dari air rebusan tulang sengkel sapi. Hmmmm… baru buka tutup panci aromanya sudah bikin menelan ludah.

Bakso memang kuliner yang fleksibel. Dia bisa hadir di berbagai suasana. Konsumsi saat rapat, hidangan pesta pernikahan, sampai sekadar jajan bareng teman atau keluarga, bakso seringkali jadi pilihan utama.

Itulah sebabnya tiap kali diriku pergi terlalu lama dari kota ini, yang paling kurindu adalah menyantap bakso sambil bercengkerama bersama teman-teman atau keluarga.

Bakso + teman/keluarga= kenangan. Belum ke Malang kalau belum menyantap beraneka kuliner baksonya. Gendut engak apa-apa, yang penting bahagia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *