Logo Balanga

Begini Asal Usul Kue yang Jadi Rebutan Indonesia dan Malaysia

 Begini Asal Usul Kue yang Jadi Rebutan Indonesia dan Malaysia

Martabak manis dari Indonesia vs. apam balik dari Malaysia. Sebetulnya, siapa yang lebih dulu mencipta?

Salah satu jajanan kaki lima di malam hari ini kerap direbutkan dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia. Padahal kalau memahami asal usulnya, asal tuduh dan saling klaim ini tak perlu terjadi.

Sebuah cuitan dari @thisisinsider ikut memancing komentar warganet. Pasalnya, akun Twitter berbasis kuliner ini mengunggah foto martabak manis dengan caption “kue bandung is a cheese lover’s dream”. Lagi-lagi, banyak masyarakat Indonesia yang protes.

Jadi, siapa yang paling betul? Telusuri dulu sejarahnya.

Sekilas, martabak manis mirip dengan apam balik. Urusan nama, kue berpori ini punya banyak sebutan di berbagai daerah Indonesia.

Awalnya, martabak manis dipopulerkan oleh suku Hakka yang bermukin di Bangka Belitung. Mereka tidak menyebutnya martabak manis, melainkan Hok Lo Pan yang berarti kue orang Hok Lo.

Satu keluarga suku Hakka, yakni keluarga Cen, hijrah ke Semarang. Keluarga ini bertetangga dengan Moi Yan, seorang suku Hakka yang membuka warung mie Bandung. Konon, bisnis warung mienya sangat laris manis.

Keluarga Cen ikut membuka bisnis makanan dengan hok lo pan. Karena berasal dari suku yang sama, Cen dan Yan saling bantu sebagai rekan bisnis. Dua lelaki Tionghoa ini memodifikasi hok lo pan agar cita rasanya sesuai dengan rakyat setempat. Selain itu, hok lo pan ala Semarang ini berubah nama jadi “kue Bandung” yang terinspirasi dari kedai mie Moi Yan. Harapannya, usaha milik Cen ikut “kecipratan” untung dari mie Bandung.

Berarti Insider tidak salah kalau menyebut martabak manis sebagai kue Bandung, ya?

Meski awalnya terkenal sebagai kue Bandung, orang Jawa lebih familier dengan nama “terang bulan”. Sebab, bentuk dan warnanya mirip bulan purnama.

Martabak sendiri berasal dari bahasa Arab muttabaq. Makanan ini sempat dipopulerkan oleh Ahmad bin Abdul Karim  dan  Abdullah bin Hasan al-Malibary. Namun, martabak yang dijajakan dua sahabat tersebut merupakan martabak telor. Sering dijual dalam satu lapak, kue Bandung atau terang bulan pun beralih menjadi martabak manis.

Baca juga: 

Namun, ada yang menganggap bahwa martabak manis dan terang bulan sangat berbeda.

Martabak manis memiliki bentuk bulat. Teksturnya tebal dan berpori, terutama ketika dibelah akan terlihat bersarang. Saat matang, kue ini dioles margarin dan ditaburi topping meses, biji wijen, kacang, atau parutan keju.

Sedangkan terang bulan bertekstur tipis dan renyah. Warna kulitnya cokelat dan merata ke seluruh permukaan. Cita rasanya tidak semanis martabak. Pilihan topping pun sederhana, yaitu cokelat, keju, dan selai stroberi.

Martabak manis Indonesia yang paling terkenal adalah martabak Bangka dan martabak Bandung. Penampakan kedua kue ini mirip tapi ternyata memiliki perbedaan.

Dari segi tekstur, martabak Bangka lebih berpori dan berserat. Sedangkan martabak Bandung lebh lembut. Kemudian, cita rasa martabak Bangka lebih gurih dari martabak Bandung.

A post shared by Markobar1996 (@markobar1996) on

Sekarang, martabak manis kekinian di Indonesia memakai beragam taburan atau isi. Tidak hanya keju, wijen, kacang, dan cokelat, ada juga rasa green tea, red velvet, blueberry, Oreo,  Toblerone, Nutella, Kit Kat, dan banyak lagi. Dalam satu porsi martabak manis, kamu dapat mengombinasikan beragam taburan sekaligus, lho!

Nah, sekarang sudah tahu asal usul martabak manis. Apa pun sebutannya, baik martabak manis, apam balik, atau terang bilan, jangan sampai membuat kita berantem ya!

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *