Baruasa, Kudapan Bugis yang Baru Dicoba Langsung Jatuh Cinta

Di Bugis, ternyata ada kudapan yang mirip macaroon.

Baruasa
Baruasa (Foto: instagram.com/ija.tahir)

Baruasa merupakan kue kering yang jadi primadona masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan.

Kudapan ini adalah maskot kebanggaan suku Bugis, lho. Bentuknya bulat dengan rasa gurih dan rendah lemak.

Jajanan ini berbahan dasar kelapa parut yang dikeringkan, lalu disangrai di atas wajan.

Setelah disangrai, kelapa parut ditumbuk dan dicampur dengan tepung beras, gula, dan telur.

Adonannya kemudian dibentuk bulat kecil, lalu dipanggang dalam oven selama kurang lebih 15 menit.

Baca juga: Kue Bagea, Kudapan Natal Khas Papua dan Maluku

Biasanya, jajanan ini disajikan dalam berbagai perayaan maupun acara tertentu.

Kudapan ini tersaji dalam toples untuk suguhan tamu di hari raya Idul Fitri dan Natal.

Selain jadi santapan hari raya, baruasa juga dikemas sebagai oleh-oleh khas Sulawesi Selatan.

Teksturnya yang renyah, gurih, dan tahan lama ini jadi incaran para wisatawan.

Baruasa dapat bertahan selama satu bulan. Uniknya, kudapan ini tidak menggunakan pengawet buatan.

Baca juga: Es Kacang Merah dan Es Brenebon yang Segar, Sedap, dan Bikin Sehat

Baruasa sering dijuluki sebagai macaroon versi Indonesia.

Bentuk bulat agak pipih dengan tekstur renyah memang mirip dengan kue asal Perancis tersebut.

Meskipun serupa, macaroon dan baruasa tak bisa disamakan.

Perbedaan yang paling mencolok antara dua kudapan ini terletak pada warnanya.

Macaroon terdiri dari beragam warna seperti merah muda, ungu, hijau, dan kuning.

Sedangkan baruasa berwarna putih susu hingga kecokelatan.

Perbedaaan selanjutnya terletak pada filling atau isiannya. Macaroon berisi krim, sedangkan baruasa berbentuk bola dengan isian kelapa parut yang dimasak dengan gula.

Terakhir, macaroon berbahan dasar tepung almond, sedangkan baruasa memakai tepung beras.

Biasanya, tepung ini berasal dari beras yang digiling setelah direndam semalaman.

Selain disajikan dalam hari istimewa, kudapan asli bugis ini juga bisa disantap sehari-hari ditemani kopi atau teh.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up