Logo Balanga

Bakmi Belitung yang Bikin Rindu Kampung!

 Bakmi Belitung yang Bikin Rindu Kampung!

Setiap kali saya pulang ke kampung halaman di Pulau Belitung, saya selalu menyempatkan diri untuk menikmati seporsi bakmi Belitung. Bakmi ini bukan seperti bakmi rebus atau goreng pada umumnya, rasanya begitu istimewa dan kenikmatan serupa sulit untuk didapat di luar Negeri Laskar Pelangi ini.

Bakmi Belitung ini terdiri dari mie kuning rebus yang disiram kuah udang kental berwarna kecoklatan dan ditaburi potongan bakwan udang, irisan timun, potongan kentang rebus, seekor udang utuh yang direbus, sedikit emping melinjo, dan juga taoge. Sensasi hangat, manis, asin, asam, dan gurih bercampur menjadi satu mengingat kuah yang merupakan campuran dari kaldu rebusan udang, gula aren, bumbu merica, laos, daun salam, dan sedikit cuka.

Di Belitung, setidaknya ada tiga rumah makan bakmi Belitung yang terkenal menyajikan sajian yang enak. Bakmi Atep menjadi rumah makan yang paling terkenal sekaligus berlokasi paling strategis tak jauh dari Monumen Batu Satam di pusat kota Tanjung Pandan, tepatnya di Jalan Sriwijaya No. 27 yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari pusat perbelanjaan Barata dan kompleks rukan KV Senang. Pemiliknya menjalankan bisnis ini dengan resepnya sendiri selama 45 tahun dan berbagai tokoh publik termasuk para artis terkenal telah mencicipi enaknya bakmi Belitung di sini.

Akhir tahun 2017 lalu, satu porsi bakmi Belitung dijualnya sebesar Rp20 ribu. Dua rumah makan lainnya adalah Bakmi Belitung Awan yang belum pernah saya cicipi dan Bakmi Belitung Acin. Keduanya bisa ditempuh dengan melanjutkan berjalan kaki dari Bakmi Belitung Atep ke arah Hotel Maxone Belstar Belitung. Secara pribadi, saya lebih menyukai Bakmi Belitung Acin karena rasa udang di kuahnya yang lebih terasa, penyajian yang unik dengan daun pisang, dan harga yang lebih murah yaitu Rp15 ribu per porsi pada akhir tahun 2017 lalu.

Di Jakarta sendiri, cukup banyak rumah makan yang menyajikan santapan bakmi Belitung tapi tak ada satu pun yang sanggup memuaskan lidah saya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan sajian bakmi Belitung ini enak di lidah, yaitu kuah tidak boleh dingin dan encer, udang yang digunakan haruslah segar, ukuran mie yang cukup besar, dan proporsi setiap komponen yang seimbang. Satu lagi, bakmi Belitung tidak biasanya dibuat dalam porsi yang cukup besar.

Siapapun boleh saja mengonsumsi bakmi Belitung karena sajian ini sepenuhnya Halal. Sajian ini enak untuk dikonsumsi kapan saja, tentunya selama Anda tidak kekenyangan.

Pastikan Anda memakan setiap komponen sajian bersama dengan kuahnya, jangan sampai kuah masih tersisa sangat banyak dan Anda kehilangan enak serta sehatnya kuah tersebut. Jika Anda belum kenyang menyantap satu porsi bakmi Belitung, saya tidak menyarankan Anda menambah dengan porsi berikutnya dan lebih baik melanjutkannya dengan menyantap seporsi nasi tim ayam. Setelah itu, tutuplah makan Anda dengan minuman jeruk nipis atau sonkit dengan sedikit garam dan bisa Anda tambahkan dengan kiamboi jika Anda suka.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *