Logo Balanga

Ayam Rendang Bikin Nendang

 Ayam Rendang Bikin Nendang

Setiap pergantian tahun, semuanya pada merayakan di malam puncak tahun baru.

Tetapi, di balik itu semua, bahwa ada aku yang merindukan suasana kota atau tempat aku dilahirkan.

Aku yang ingin pulang, tapi terhalang oleh jarak dan waktu; aku yang sedang menjalankan tugasku sebagai anak untuk membahagiakan kedua orangtua.

Rindu di masa perantauanku semakin mencengkam, karena aku melihat anak kecil dipeluk oleh kedua orangtuanya di pinggiran kota, dengan raut wajah yang bahagia.

Di sana, aku kembali teringat di masa kecilku.

Aku yang dilahirkan pada keluarga yang sederhana tetapi penuh kebahagiaan, yang memiliki dua kakak kandung; laki-laki dan perempuan, dan seorang Ayah dan Ibu.

Ayahku adalah superhero yang tidak pernah lelah untuk menafkahi keluarganya.

Sedangkan, Ibu adalah superhero dalam keluarga yang paling jago dalam menyajikan makanan untuk merangkul keceriaan serta keharmonisan pada sebuah keluarga; aku benar-benar rindu padanya.

Masakan ibu memang paling juara, pantas saja ayahku tergila-gila olehnya.

Tidak hanya itu saja, ada salah satu masakan yang paling kurindukan, yaitu ayam rendang.

Entah kenapa aku sudah menaruh hati pada masakan yang satu ini.

Padahal dari segi penyajiannya hanya sederhana, atau tidak ada daya tarik.

Tetapi jika disantap, bumbunya menendang lidah hingga aku tak bisa berhenti untuk mengunyahnya.

(baca juga : 15 Olahan Masakan Rendang)

Masakan ini selalu disajikan menjelang akhir pekan, bahkan jikalau aku memintanya, pasti dimasakkin; itu juga kalau bahan-bahannya ada di dapur, jika tidak ada, aku harus menunggu hari esok.

Satu masakan, banyak ceritanya; tekstur makanannya yang menghangatkan suasana, kelezatannya yang merangkul suasana serta kenikmatannya mengundang keceriaan.

Ibu benar-benar pintar mencairkan suasana yang tegang menjadi gembira, karena aroma masakannya tercium hingga ke ruang tamu; keluargaku pasti sudah menebak-nebak, kalau yang dimasak adalah makanan kesukaanku.

Masakan ibuku tidak dapat tergantikan, beliau memasak ayam rendang tersebut dengan penuh cinta, sehingga cinta itu menghadirkan suasana kebahagiaan.

Selama masa perantauanku, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar keluargaku diberikan kesehatan serta izinkan aku untuk pulang menemui keluargaku yang selalu kurindukan serta masakan ibu, ayam rendang yang tidak dapat tergantikan.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *