Saking Kerasnya, Roti Ini Jadi Pengganjal Rel Kereta

Roti ganjel rel
Roti ganjel rel alias roti gambang (Foto: otebaigaso.wordpress.com)

Biasanya, roti disantap untuk mengganjal perut. Tapi roti yang satu ini justru untuk mengganjal rel kereta api, lho.

Roti ganjel rel namanya. Nama yang menggelitik ini berasal dari bahasa Jawa “ganjel” yang artinya pengganjal. Bisa disimpulkan bahwa roti ganjel rel adalah roti pengganjal rel kereta.

Roti ini sudah ada sejak zaman Belanda. Masyarakat Jawa, khususnya Semarang, menyebutnya ganjel rel karena bentuknya mirip ganjelan atau bantalan rel kereta api pada zaman dulu.

Resep roti yang sempat naik daun ini tidak banyak berubah hingga sekarang. Meski ada yang memodifikasinya supaya lebih lezat dan empuk ketika disantap.

Aslinya, roti ganjel rel bertekstur agak keras. Bahan bakunya adalah tepung singkong, kayu manis, gula aren, dan biji wijen putih. Pemakaian gula aren membuat warnanya jadi kecokelatan. Maklum, gula pasir tidak murah dan mudah didapatkan seperti sekarang.

Konon, resep tradisional roti ganjel rel merupakan modifikasi rakyat Indonesia terhadap roti khas Belanda.

Jika roti Belanda memakai bumbu spekoek, yaitu campuran rempah seperti cengkeh, pala dan kayu manis, pembuatan roti ganjel rel cukup memakai kayu manis saja.

Tepung singkong juga membuat teksturnya lebih keras daripada roti Belanda yang memakai tepung terigu. Meski begitu, rakyat Indonesia cukup kenyang dengan 1-2 potong roti ganjel rel.

Aroma kayu manisnya sangat khas dan harum. Cita rasa yang agak manis dan gurih juga terasa pas.

Baca juga: 

Sayang, roti legendaris ini sulit ditemukan dalam keseharian. Bahkan kota Semarang yang sempat menaikkan namanya dulu.

Kalau ingin menyantap versi klasiknya, kunjungi Semarang saat bulan Ramadhan. Produksi roti ini selalu meningkat karena jadi cemilan ikonik selama bulan Ramadhan di Jawa Tengah.

Roti ini selalu menjadi rebutan warga ketika Dugderan. Yaitu perayaan untuk menandai awal ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Perayaan ini terpusat di daerah Simpang Lima, Semarang. Acara ini selalu dirayakan satu hari sebelum hari pertama puasa. Roti ganjel rel menjadi rebutan warga Semarang karena dipercaya mampu memperkuat diri ketika menjalankan ibadah puasa.

Tak hanya Semarang, masyarakat Betawi juga mengenal kudapan ini sebagai roti gambang. Sebab, bentuknya mirip alat musik pada kesenian gambang kromong.

Gambang kromomg adalah orkes yang memadukan gamelan dengan alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Musik ini sering dibawakan sekitar tahun 1930an di Jakarta.

Apa nama roti ini di daerahmu? Yuk, bagikan ke Belanga!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up