Sebelum Tupperware, Ini Kotak Bekal Berharga Milik Ibu Indonesia

Rantang yang digunakan sebagai tempat dumplings
Rantang yang digunakan sebagai tempat dumplings (Foto: Pixabay/Hitesh Choudhary)

Jangan sampai Tupperware ibu hilang!

Zaman sekarang, lebih aman dapat nilai jelek daripada menghilangkan Tupperware ibu. Memang sih, banyak faktor yang membuatnya sangat berharga.

Material plastik Tupperware terhitung aman, ringan, dan sangat awet. Harganya cukup mahal untuk satu set wadah Tupperware.

Namun jauh sebelum Tupperware, para ibu Indonesia justru mengandalkan rantang sebagai wadah bekal.

Baca juga: 6 Fakta Mengejutkan Tentang Cangkir Blirik

Rantang merupakan wadah makanan berupa panci 3-4 susun yang dilengkapi penutup. Tiap panci memiliki “kuping” sebagai tempat mengaitkan penyangga agar rantang mudah ditenteng.

Banyak cerita mengenai rantang. Dari Tiongkok misalnya yang konon terinspirasi dari wadah dimsum bersusun.

Ada pula kisah dari India. Rantang India disebut tiffin yang konon merupakan rantang pertama di dunia. Tiffin terbuat dari gerabah dan sudah jauh sebelum rantang berbahan logam.

Awalnya, tiffin dibuat dengan ukuran berbeda. Wadah terbesar diletakkan pada bagian dasar, sedangkan wadah terkecil ditempatkan pada posisi paling atas.

Tiap wadah tiffin disatukan dengan anyaman daun kelapa. Pada ujung teratas anyaman dibentuk untuk pegangan.

Biasanya, para ibu India membawanya di atas kelapa untuk acara-acara khusus atau bekal perjalanan.

Baca juga: Roti Canai, Hidangan Akulturasi India di Indonesia

Dulu, rantang berbahan logam hanya dua susun. Wadah bekal ini diperuntukkan untuk para prajurit perang, dimana wadah atas sebagai tempat lauk dan wadah bawah untuk nasi putih.

Rantang pun turut berjasa dalam Kemerdekaan Indonesia, lho. Wadah bekal ini jadi salah satu taktik Presiden RI Pertama Soekarno.

Sewaktu Soekarno dipenjara, beliau membuat kode dengan sang istri Inggit untuk bertukar informasi.

Kode ini berupa kulit telur asin yang dilubangi dalam jumlah tertentu dengan jarum. Tentunya hal ini sulit diketahui sipir penjara. Telur asin ini biasa diserahkan dalam satu set rantang berisi santapan lain.

Wah, kreatif banget ya?

Baca juga: 9 Menu Sarapan Ciamik dari Berbagai Daerah Indonesia

Sejak dulu, rantang sangat diandalkan para ibu sebagai wadah bekal keluarga. Wadah ini begitu populer bagi semua kalangan, dari buruh hingga kaum pejabat.

Beberapa daerah Indonesia juga punya tradisi rantang, lho. Misalnya Subang (Jawa Barat) yang memiliki tradisi tukar rantang.

Tradisi tukar rantang dilakukan antar saudara dan tetangga. Jika dikirimi sajian dalam rantang, si penerima harus membalasnya sehari kemudian. Tradisi masyarakat Sunda ini biasa disebut ngantereun.

Ada tradisi lain di Jawa Barat bernama munjung. Tradisi ini berasal dari bahasa Indonesia “kunjung” dan biasa dilakukan menjelang Lebaran.

Tata caranya, generasi muda wajib berkunjung ke rumah generasi tua dengan membawa sajian dalam rantang. Selanjutnya semua akan beramah tamah dan makan bersama.

Rantang juga kerap dibawa untuk piknik keluarga. Ayo, masih adakah rantang di rumahmu?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up