Pecinta Kopi, Yuk Belajar 7 Metode Pembuatan Kopi Hits Ini!

Turkish coffee
Turkish coffee (Foto: ozerlat.co.uk)

Zaman sekarang, pecinta kopi tak hanya menikmati kopi sebagai minuman. Semakin banyak orang penasaran bagaimana minuman tersebut diproses hingga akhirnya disajikan.

Komunitas kopi di Indonesia makin gencar memperkenalkan berbagai metode pembuatan minuman pahit ini.

Dari alat-alat sederhana hingga mesin khusus semuanya ada. Bahkan, munculnya lapak-lapak alat proses kopi jadi fenomena tersendiri.

Ini dia macam-macam metode pembuatan kopi yang wajib kamu ketahui.

1. Drip Method

Kalita subame dripper

Kalita subame dripper (Foto: kurasu.kyoto)

Drip method juga dikenal sebagai filter method. Cara membuat kopi yang satu ini paling populer karena sederhana dan efisien.

Drip method yang sering ditemui di kedai kopi kekinian adalah Vietnam Drip dan V60. Tekstur kopi yang dihasilkan dari metode ini terasa sangat lembut dan kaya rasa.

2. Aeropress

Aeropress

Aeropress (Foto: espressorepublic.com)

Aeropress merupakan salah satu cara termudah untuk membuat kopi berkualitas dan nikmat.

Teknik aeropress yang biasa digunakan oleh para barista adalah diputar balik (upside-down), takaran kopi banyak, esktraksi singkat, dan beberapa kali stirring (pengadukan).

Kopi yang dibuat dengan metode ini mampu memunculkan cita rasa yang sangat khas (blooming).

3. French Press

Frenxh press

Frenxh press (Foto: seriouseats.com)

Metode ini  punya nama lain, yakni plunger atau caffetiere.

French press juga banyak digunakan di kedai kopi Indonesia. Penerapannya sederhana dan harga alatnya pun terjangkau.

Metode ini cocok bagi pemula yang belum menguasai teknik menyeduh kopi.

French press mengekstrak kopi bubuk secara maksimal. Sebagian besar alat prosesnya terbuat dari stainless steel. Ada juga yang terbuat dari plastik.

French press dapat menghasilkan hasil seduhan kopi yang lebih tajam tapi tidak terlalu asam.

4. Syphon

Syphon

Syphon (Foto: muddle-me.com)

Juga dikenal sebagai “vacuum”, syphon adalah salah satu metode paling tua dalam penyeduhan kopi.

Konon, metode ini ditemukan di Jerman pada tahun 1930an.

Syphon ini terlihat cukup unik. Bentuknya mirip tabung laboratorium. Terdiri dari penutup mangkuk atas (cover), mangkuk atas (upper bowl), mangkuk bawah (lower bowl), “pertama”, penahan (stand), dan penyaring (filter).

Untuk pemanasnya terdiri dari tutup burner, windbreak, pembakar spirtus (alcohol burner), dan alcohol lamp holder.

Baca juga:

5. Turkish Coffee

Turkish coffee

Turkish coffee (Foto: ozerlat.co.uk)

Turkish coffee juga dikenal sebagai  “arab method”. salah satu metode tertua dalam proses pembuatan kopi.

Hasil kopi dengan turkish coffee memiliki cita rasa yang sangat kuat dan pekat.

Cara membuatnya, giling kopi dengan kahve değirmeni (alat penggiling kopi) atau manual dengan lesung dan alu. Setelah itu, hasil gilingan dituang dalam sebuah bejana bernama ibrik.

Gilingan kopi dicampur dengan gula dan air. Campuran tersebut didihkan tiga kali, kemudian dituang ke cangkir kopi.

6. Neapolitan Flip

Neapolitan flip

Neapolitan flip (Foto: kopakopiindonesia.blogspot.com)

Metode yang juga disebut “reversible drip pot” ini nggak beda jauh dengan drip methodYakni menggunakan penyaring untuk memisahkan ampas kopi.

Metode ini menggunakan dua tabung berhimpitan. Ada saringan di bagian tengah yang memisahkan ampas dan ekstrak kopi.

Tabung bawah diisi air dan dipanaskan hingga mendidih. Selanjutnya diangkat dari kompor dan dibalik.

Air mengalir melalui saringan dan membuat ekstrak kopi cair, lalu menetes ke tabung bagian bawah yang sebelumnya dibalik.

7. Espresso Machine

Espresso machine

Espresso machine (Foto: delonghi.com)

Kamu pasti sering menemukan alat ini di kedai kopi. Sesuai namanya, espresso machine digunakan untuk membuat espresso.

Ada mesin manual, ada juga yang otomatis. Mesin otomatis terbilang paling mutakhir dan jadi idaman.

Racikan kopi dari mesin ini memiliki rasa seimbang.  Tingkat keasaman, kemanisan, dan kekentalannya begitu pas.

Jenis sangrai kopi (roasting) yang dapat dilakukan dengan mesin ini adalah “medium to dark”

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up