7 Biji Kopi Indonesia Paling Terkenal, Nomor 7 Paling Mahal!

Biji kopi
Biji kopi (Foto: Pixabay)

Kualitas kopi Indonesia sudah tak diragukan dunia. Kopi Gayo misalnya, telah mendapatkan Fair Trade Certified™ dari World Fair Trade Organisation.

Kopi-kopi berikut adalah kopi Indonesia berkualitas terbaik, mutu tinggi, cita rasa nikmat, dan memiliki keunikan tersendiri. Penggemarnya tak hanya masyarakat lokal tapi juga mancanegara.

Beikut ini kopi-kopi Indonesia yang paling populer di dunia!

1. Kopi Aceh Gayo

Kopi Gayo

Kopi Gayo (Foto: benermeriahcoffee.com)

Biji kopi paling hits ini ditanam di Dataran Gayo, Aceh Tengah.

Penghargaan yang didapat kopi arabika ini jadi salah satu bukti kenikmatan dan kualitas kopi dari Serambi Mekkah.

Kopi Gayo memiliki rasa pahit dengan tingkat keasaman yang rendah. Aromanya kuat, tercium gurih, dan sangat khas.

2. Kopi Flores Bajawa

Kopi Flores Bajawa

Kopi Flores Bajawa (Foto: porchcoffees.com)

Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Kopi jenis arabika ini tumbuh di ketinggian 1.200-1.800 meter di atas permukaan laut.

Kopi Flores tumbuh subur berkat andosols, yakni tanah yang subur berkat abu vulkanik dari gunung berapi.

Kopi ini ditanam oleh para petani Kabupaten Ngada, Flores. Cara tanamnya yang organik kerap mendapat pengakuan dari berbagai negara.

Kopi Flores memiliki sedikit aroma buah dan tembakau pada after taste-nya.

BACA JUGA: Ada 1001 Kedai Kopi di Pulau Tanpa Kebun Kopi. Ini Kisahnya!

3. Kopi Toraja

Kopi Toraja

Kopi Toraja (Foto: twitter.com/toraja_coffee)

Biji kopi ini berasal dari dataran tinggi Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi Toraja hadir dalam dua jenis, yakni arabika dan robusta.

Cita rasa kopi Toraja sangatlah unik. Ciri khasnya terletak pada rasa yang agak asam dan tidak meninggalkan jejak pahit di lidah.

Wanginya juga unik, yakni aroma tanah yang sangat khas.

4. Kopi Jawa

Kopi Jawa

Kopi Jawa (Foto: coffeetalk.id)

Sejak abad ke-17, kopi jenis arabika ini sudah ditanam di Pulau Jawa. Hal ini diprakarsai pemerintah Belanda.

Pada zaman itu, bangsa tersebut menjadikan Pulau Jawa sebagai salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, biji kopi daerah lain memang lebih populer di Indonesia. Namun, hal tersebut tak menutupi kualitas aroma dan rasa kopi Jawa.

Cita rasanya memang tak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi. Biji kopi Jawa cenderung beraroma rempah yang alami dan khas.

BACA JUGA: Pecinta Kopi, Yuk Belajar 7 Metode Pembuatan Kopi Hits Ini!

5. Kopi Bali Kintamani

Kopi Kintamani

Kopi Kintamani (Foto: keypoo.com)

Sejak dulu, Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang populer di dunia. Tempat ini menawarkan keindahan serta kelezatan kuliner.

Salah satunya adalah kopi Kintamani. Biji kopi yang berasal dari Kabupaten Bangli ini dikembangkan dengan sistem tumpang sari. Sistem ini berupa polikultur (penanaman campuran) dari dua jenis tanaman dalam satu lahan.

Kopi Kintamani memiliki aroma dan cita rasa buah, yakni asam dan segar. Kopi ini juga terasa lembut di lidah.

6. Kopi Papua Wamena

Kopi Wamena

Kopi Wamena (Foto: rifkisyabani.wordpress.com)

Kopi satu ini tumbuh subur di Wamena, Papua Barat. Ketinggian tanah kebunnya mencapai 1.500 meter di atas permukaan laut dan suhu 20-25° C. Kopi arabika ini diolah dengan proses giling basah dan ditanam secara organik.

Rasa kopi Wamena cenderung ringan dan lembut. Tingkat keasamannya rendah dan nyaris tanpa ampas. Namun aromanya cukup tajam dan harum di saat bersamaan. Unik sekali ya?

Kopi Wamena juga punya after taste yang manis, lezat, dan tak ada bandingannya.

BACA JUGA: Espresso ke Frappucino, Ini Dia 8 Karakter Berdasarkan Sajian Kopi!

7. Kopi Luwak

Kopi luwak

Kopi luwak (Foto: videoblocks.com)

Bicara soal kopi Indonesia belum afdol jika tidak menyertakan kopi luwak.

Kopi dari fermentasi hewan luwak ini sangat bernilai di mata dunia. Harganya mencapai $100 per 450 gram, wow!

Kopi luwak sudah ada sejak zaman tanam paksa Belanda. Uniknya, kopi bercita rasa spesial ini ditemukan oleh kaum pribumi. Para petani kopi mengambilnya dari feses luwak yang suka makan kopi.

Meskipun begitu, kopi ini baru benar-benar dibudidayakan dalam skala besar sejak 1980-an.

Kopi luwak diburu pecinta kopi ini karena keunikannya. Aroma dan cita rasanya spesial dan khas. Wangi, lembut, dan tidak berat di lambung adalah ciri khasnya.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up