7 Berita Hoax Makanan yang Bikin Geger Indonesia

Sayap Ayam Goreng
Sayap ayam diduga menumbuhkan sel kanker. (Foto: marthastewart.com)

Sebuah rumah makan Padang harus merugi karena video hoax. Atau sebuah broadcast message berhasil menurunkan daya beli mie instan di pasaran.

Sebuah isu dapat berkembang dan cepat viral dengan kekuatan internet.

Entah nyata atau hoax, tidak ada yang dapat memastikan sampai yang ahli harus turun tangan.

Berikut adalah isu terkait makanan dan kesehatan yang telah terbukti kebenarannya. Coba cek, berapa berita yang sempat menipumu?

1. “Waspada, Beras Plastik Beredar di Pasaran!”

Sempat redup di tahun 2015, isu beras plastik kembali terekspos pada akhir 2017.

Kali ini, semua berawal dari video bola nasi milik sebuah rumah makan Padang yang memantul ketika dilempar.

BPOM merilis keterangan resmi. Hasil pemeriksaan menyatakan, sampel beras yang terduga palsu tidak mengandung komponen plastik.

Dilansir dari Kumparan, rilis BPOM menjelaskan bahawa tekstur nasi dipengaruhi oleh komponen penyusun pati dalam beras, yakni amilosa dan amilopektin.

Kadar amilopektin yang tinggi mempengaruhi tekstur lengket dan pulen nasi. Jadi,  tak usah khawatir jika nasi dapat dikepalkan seperti bola dan memantul ketika dilempar.

2. “Ajal Menunggu Di Balik Udang dan Vitamin C!”

Isu makan udang dan minum vitamin C menyebabkan kematian beredar melalui broadcast di aplikasi pesan.

Belum ada penelitian yang menyatakan bahwa mengkonsumsi udang + vitamin C secara bersamaan dapat menyebabkan kematian.

Namun, sebaiknya kita memang tidak mengkonsumsi vitamin C melebihi 100 mg/hari karena dapat menyebabkan batu ginjal.

3. “Mie Instan Bikin Kanker, Ini Faktanya!”

Pernah mendengar pesan broadcast tentang bahaya kanker karena mie instan? Diduga fast food ini mengandung zat berbahaya, yakni monosodium glutamate (MSG), methyl p p-hydroxybenzoate, dan asam benzoat.

Pernyataan resmi BPOM menyatakan kandungan mie instan tak berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Dilansir dari Nakita, nustrisionis Rita Ramayulis, DCN, M. Kes menjelaskan bahwa penggunaan MSG atau bumbu penyedap disarankan maksimal seperempat sendok teh dalam setiap penggunaannya.

Ada pula isu yang menyebutkan bahwa bumbu mie instan tak boleh dimasak bersamaan dengan mie. Kandungannya dapat berubah menjadi zat karsinogen penyebab kanker jika dipanaskan pada suhu lebih dari 120°C.

Isu ini sama sekali tidak benar. Tak ada pengaruhnya apabila bumbu ikut dimasak bersama mie atau tidak.

4. “Hati-Hati, Ternyata Garam Mengandung Pecahan Kaca”

Banyak isu yang tenar lewat video viral. Misalnya isu garam yang membahayakan kesehatan tubuh karena mengandung pecahan kaca.

BPOM melakukan uji laboratorium terhadap beberapa merek garam. Hasilnya, tak ditemukan pecahan kaca dan garam larut sempurna dalam air.

Dilansir dari Kumparan, BPOM menjelaskan bahwa dalam proses kristalisasi garam dapur atau garam beryodium memang menghasilkan kristal NaCl. Kristal ini berbentuk kubus yang ketika dihaluskan akan pecah menyerupai bentuk pecahan kaca.

5. “Bahaya, Sayap dan Ceker Ayam Menumbuhkan Kanker”

Konon, sayap dan ceker ayam adalah penyebab kanker payudara dan serviks.

Sayap ayam merupakan bagian yang sering disuntik, sedangkan ceker ayam tempat timbunan antibiotik dan produk hormonal.

Isu ini belum dibuktikan kebenarannya dan masih sebatas asumsi.

Dilansir dari Intisari, dr. Ramadhan, SpBOnk menegaskan, “Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya.”

6. “Makan Bayam dan Tahu Bersamaan Picu Kista”

Sebuah broadcast message menerangkan bahwa menyantap bayam dan tahu bersamaan dapat memicu kista.

Ahli kandungan dr. Damar Prasmusinto, SpOG menegaskan hanya ada dua penyebab kista yang sering dijumpai.

“Keduanya jarang berhubungan dengan makanan,” ungkap dr. Damar, dilansir dari National Geographic.

Kista dapat disebabkan oleh bawaan lahir dan endometriosis, yakni pertumbuhan abnormal pada lapisan endometrium.

Baca juga: 

7. “Kerupuk Menyala Saat Dibakar Ternyata Pakai Plastik!”

Sebuah video viral menunjukkan kerupuk yang dibakar kemudian menyala dan berubah hitam. Menurut sumber, kerupuk tersebut mengandung plastik.

Dilansir dari Intisari, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM Ratmono membantah informasi tersebut.

Penelitian resmi pun menyatakan bahwa semua kerupuk akan menyala dan hitam saat terbakar.

Satu lagi pelajaran bagi penyebar isu via broadcast message, nihBanyak-banyak riset dulu ya!

Suka? Vote Artikel Ini!

2 1
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up