6 Kuliner Ciamik yang Wajib Coba Kalau Ke Semarang

Soto bangkong
Soto bangkong (Foto: oknusantara.com)

Kuliner apa yang terlintas di benakmu saat pergi ke Semarang? Lumpia? Tahu petis?

Ternyata, ibu kota Jawa Tengah ini punya banyak makanan khas yang siap kamu coba. Nama-nama berikut mungkin asing di telinga. Tapi sekali mencoba, dijamin bikin kamu ingin balik ke kota ini.

Ini dia kuliner khas Semarang yang tak boleh kamu lewatkan!

1. Tahu Gimbal

Tahu gimbal

Tahu gimbal (Foto: seputarsemarang.com)

Gimbal identik dengan rambut berantakan dan kusut. Namun, istilah ini juga dipakai untuk nama makanan khas Semarang.

Tahu gimbal terdiri dari campuran lontong, kol, telur goreng, tauge, dan potongan tahu gimbal. Ternyata, gimbal merupakan cara pengolahan udang yang diberi tepung alias udang goreng tepung.

Dalam penyajiannya, tahu gimbal menggunakan siraman bumbu kacang dan petis yang khas dan gurih. Tak lupa taburan bawang goreng dan kerupuk udang renyah makin menggoyang lidah.

Tidak sulit menemukan tahu gimbal di Semarang. Salah satu warung yang terkenal adalah milik H. Edy yang terletak di Jalan Pahlawan. Sempatkan untuk mampir ke sini jika kamu melancong ke Semarang!

2. Soto Bangkong

Soto bangkong

Soto bangkong (Foto: oknusantara.com)

Eits, ini bukan ibu kota Thailand ya. Soto bangkong merupakan soto khas Semarang yang berada di Perempatan Bangkong. Sajian berkuah ini sudah ada sejak tahun 1950an. Pembuatnya ialah H. Soleh Soekarno.

Awalnya, soto bangkong dijajakan berkeliling. Namun, H. Soleh memutuskan untuk membuka rumah makan di Jalan Brigjen Katamso yang berdiri sampai sekarang. Bahkan, cabangnya sudah tersebar ke seluruh Pulau Jawa, lho.

Soto berkuah bening ini terdiri dari suwiran ayam, tauge, bihun, dan irisan tomat. Cita rasanya semakin khas dengan taburan bawang merah dan bawang putih goreng.

Untuk pelengkap, kamu bisa memilih perkedel, sate ayam, sate telur puyuh, sate kerang, tahu serta tempe goreng.

3. Babat Gongso

Babat gongso

Babat gongso (Foto: limakaki.com)

Selain wingko babat yang jadi kudapan, kamu juga wajib coba babat gongso.

Santapan satu ini memang terbuat dari potongan babat dan jeroan yang dimasak dengan bumbu kecap kental dan sambal. Babat gongso bisa dijadikan teman nasi putih atau dimasak dalam nasi goreng.

Nasi goreng babat gongso sangat populer di Semarang. Tampilannya memang mirip nasi goreng lain, tetapi bumbu gongsonya terasa sangat khas. Aroma terasi dan kecap manis benar-benar menyantu dalam suapan nasi goreng. Kenikmatannya ditambah kerupuk renyah dan segarnya acar mentimun. Slurp!

Salah satu kedai nasi goreng babat gongso adalah milik Pak Karmin di Jalan Pemuda, tepatnya di samping Jembatan Mberok. Yang penasaran, jangan lupa mampir ya!

Baca juga:

4. Mie Kopyok

Mie kopyok

Mie kopyok (Foto: meiluki.blogspot.co.id)

Unik sekali namanya, ya? Di Semarang, mie kopyok juga terkenal dengan sebutan mie lontong dan mie teng teng.

Konon, mie kopyok dijual berkeliling sambil pedagangnya memukul piring. Bunyi “teng teng teng” dari piring inilah yang menjadi ciri khas sajian ini.

Mie kopyok merupakan hidangan mie yang dimasak bersama tetelan daging, tahu, dan kerupuk gendar. Kerupuk gendar merupakan kerupuk yang terbuat dari nasi. Cita rasanya gurih dan renyah.

Selain itu, mie kopyok juga ditambahkan irisan lontong. Alhasil sajian ini disebut mie lontong. Setelahnya, piring mie kopyok disiram kuah kental nan gurih. Mantap!

5. Garang Asem

Garang asem

Garang asem (Foto: resepkuekeringku.com)

Mengaku pecinta olahan ayam? Siap-siap jatuh hati dengan sajian khas Semarang ini.

Garang asem merupakan daging ayam kampung yang dimasak dengan kuah santan kental. Biasanya ditambahkan belimbing wuluh dan irisan cabai untuk memperkaya rasa.

Konon, cara pembuatannya unik dan sulit. Jika gagal justru menjadi opor, bukan garang asem.

Ayam dan kuah santan dimasak dalam daun pisang. Selanjutnya, bagian atas daun ditutup dengan selipan lidi. Sekilas mirip pepes, tapi teksturnya tidak padat dan cenderung berkuah.

Supaya makin nikmat, garang asem disantap dengan nasi hangat, tempe goreng, sate jeroan ayam, dan perkedel. Jika ingin menikmatinya, langsung datang ke restoran yang terletak di Jalan Gajah Mada, Semarang!

6. Tahu Pong

Tahu pong

Tahu pong (Foto: hellosemarang.com)

Sering beli tahu bulat yang digoreng dadakan seharga 500 perak? Ternyata sudah ada pendahulunya di Semarang, yakni tahu pong.

Tahu pong merupakan tahu goreng kopong yang dibentuk bulat. Dalam penyajiannya, tahu ini dipotong beberapa bagian agar mudah dicocol dengan sambal rawit petis.

Tahu pong juga biasa disajikan dengan gimbal udang, lho! Tak lupa dilengkapi irisan acar lobak dan tahu pong emplek yang digoreng dengan telur.

Kini, tahu pong makin mudah ditemukan di berbagai kota luar Semarang. Tapi kalau mencari legendanya, segera kunjungi kedai tahu pong di Jalan Gajah Mada 63B, Semarang.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up