Yuk, Coba 4 Merek Jamu Racikan Para Milenial Ini!

Yuk, Coba 4 Merek Jamu Racikan Para Milenial Ini!
Jamu Kunyit Asam (Foto: silkwindsmagazine.com)

Dulu, minuman jamu dijual tanpa merek. Selama ada mbok jamu, kita bisa langsung menikmati segelas jamu berkhasiat.

Kalaupun bermerek, masyarakat Indonesia lebih mengenal Sido Muncul, Nyonya Meneer, atau Air Mancur. Bentuknya pun beragam. Ada yang dikemas dalam botol siap minum atau versi bubuk siap seduh.

Zaman sekarang, jamu-jamu Indonesia hadir dengan inovasi baru. Mengikuti era kekinian, minuman yang identik dengan rasa pahit atau ‘rempah banget’ ini lebih mudah dinikmati berbagai kalangan.

Nggak hanya tampilan menarik, jamu kekinian tetap mengandung segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Ini dia daftarnya!

1. Suwe Ora Jamu 28

Suwe Ora Jamu 28 (Foto: gastronomy-aficinado.com)

Kedai jamu ini sudah ada sejak Februari 2013. Namanya diambil dari lagu dari Jawa, Suwe Ora Jamu.

Tongkrongan dengan nuansa jadul ini memiliki beragam olahan rempah. Tak hanya jamu biasa, kedai ini juga membuat mocktail jamu hingga minuman segar berempah.

Racikan jamunya pun dibagi berdasarkan usia (dewasa/anak), jenis kelamin (pria/wanita), dan kesehatan. Kamu juga akan diberi rincian bahan untuk buat jamunya, lho. Lengkap banget!

Tak hanya itu, kamu juga bisa menikmati wedang lain seperti kopi, teh, ronde, dan sekoteng. Kudapan tradisionalnya juga banyak pilihan.

Nggak sempat minum di kedai? Jamu kemasan plastik dan botolan siap dibawa pulang.

Range harga: Rp 10.000 – Rp 38.000
Lokasi: Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

2. Jamu Jamu Co

☀ days are on their way #jakartaweather #sunshineinabottle #jamuclassictonic

A post shared by Jamu Jamu co (@jamujamuco) on

Siapa sangka, generasi keempat dari Nyonya Meneer ikut meneruskan usaha sang legenda. Jamu Jamu Co adalah proyek Claudia dan Vanessa Ong beserta seorang kawan, Denise Chen. Usaha ini dimulai sejak Maret 2017.

Kalau yang lain meramu banyak minuman, Jamu Jamu Co awalnya konsisten dengan satu jenis jamu dengan label Jamu Classic Tonic Kunyit Asam.

Akhir-akhir ini pilihannya makin beragam seperti Gal Boss Tonic Beras Kencur, Lemon Tea Tonic Selemanis, dan Red Ale Tonic Bir Pletok.

Jamu Jamu Co membatasi produksinya sebanyak 100 botol per bulan. Semua minuman jamu diproduksi rumahan dan bisa tahan cukup lama.

Keunggulan lain adalah pemakaian madu murni dan daun stevia sebagai alternatif gula. Pastinya lebih sehat, nih!

Range harga: Rp 48.000/botol
Lokasi: Plaza Indonesia, Jakarta Pusat

Baca juga: 

3. Jamu Bu Har

Jamu Bu Har (Foto: bukalapak.com)

Lagi program diet atau giat-giatnya menjaga kesehatan tubuh? Jamu Bu Har punya solusi untuk kamu.

Merek yang berdiri sejak 2016 ini tak hanya menyajikan beragam jamu, tapi juga membantu konsumen tetap bugar.

Caranya? Ada paket minuman dengan manfaat-manfaat tertentu. Misalnya Daily Drink Feed untuk konsumsi harian atau Turmeric Holic untuk penggemar kunyit asam.

Paket lain adalah Try For It, Clean Eat, Drin & Devour, dan Big Remedy. Masing-masing paket berisi serangkaian jamu kombinasi, seperti kunyit asam, beras kencur, temulawak, sirih, dan gula jahe.

Jamu Bu Har konsisten sebagai bisnis online. Belum siap dengan paketnya? Tenang saja, kamu bisa beli satuan kok.

Range harga: Rp 15.000 – Rp 40.000 per botol
Lokasi: Tebet, Jakarta

4. Ngejamu


Terakhir adalah Ngejamu yang ada sejak 2017. Jamu rumahan milik pasangan Farisah Sabrina dan Nomo Hedianto ini memang fokus pada kesehatan konsumen.

Konon, Ngejamu juga memakai rempah-rempah alami yang diolah langsung. Resep rahasianya datang dari pakar tanaman obat Institut Pertanian Bogor, lho. Jadi nggak diragukan lagi ya?

Ada berbagai varian jamu dari Ngejamu, yakni jahe, kencur, kunyit, dan jasing (jamu langsing). Masing-masing dikemas botolan dan siap diminum kapanpun.

Selain jamu, Ngejamu juga menawarkan produk perawatan kulit seperti masker wajah, minyak kelapa, dan simplisia. Cara pesannya juga praktis karena basis usaha ini adalah toko online.

Range harga: Rp 7.000 – Rp 25.000
Lokasi: Depok, Bogor

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up