15 Olahan Rendang yang Rasanya Nendang!

Dari daging sapi, sampai jengkol dan nanas, semua bisa direndang!

Olahan Rendang
Rendang daging sapi (Foto: Istimewa)

Rendang atau merandang adalah sebuah proses memasak khas Minangkabau,

Artinya, memasak santan perlahan hingga kering, yang menghasilkan citarasa pedas dan gurih dari perpaduan rempah Nusantara.

Rendang yang umum dikenal orang adalah rendang sapi, namun rendang juga bisa dibuat dari bahan lain.

Berikut Adalah 15 Olahan Rendang Yang Rasanya Nendang

1. Rendang Sapi

Rendang dengan bahan baku daging sapi adalah rendang yang paling umum dibuat oleh masyarakat Indonesia. Rendang daging sapi juga telah menjadi ikon tersendiri bagi masyarakat Minangkabau di mata dunia.

Daging sapi yang sudah dipotong cukup besar dimasak dalam santan berempah dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 6 jam atau lebih.

Bagian daging sapi yang dapat dibuat menjadi rendang adalah bagian punggung belakang (rump).

Daging pada bagian ini tidak mengandung banyak lemak serta tidak hancur saat dimasak.

Bagian lain seperti bagian top sida (penutup) dan cub roll (lamusir) juga dapat diolah menjadi rendang. Namun tetap pastikan kondisi daging sapi yang dipilih masih segar untuk menjaga kualitas rendang yang baik.

Selain menggunakan daging sapi, rendang juga dapat dibuat dengan hati atau paru sapi.

Cara membuatnya hampir sama dengan rendang daging sapi biasa. Tapi, membuat rendang hati atau paru sapi perlu langkah khusus.

Hati atau paru sapi tersebut direbus terlebih dahulu dengan beberapa daun bumbu selama dua hingga tiga jam.

Setelah itu dipotong-potong, baru kemudian dicampur dengan bumbu rendang dan dimasak cukup lama dengan api kecil supaya bumbu meresap sempurna.

2. Rendang Runtiah

Rendang runtiah dibuat dari suwiran daging sapi yang dimasak kering (seperti abon). Sebelum disuwir-suwir, daging dimasak hingga cukup empuk, baru kemudian disuwir cukup kasar dan lebih tebal dari korek api.

Setelah itu, daging suwir digoreng dengan minyak samba, yaitu minyak hasil tirisan dari rendang yang sudah masak. Hal ini bertujuan agar daging suwir memiliki citarasa pedas khas rendang.

Daging juga tidak digoreng sampai kering, untuk menghindari tesktur daging menjadi keras.

Selanjutnya, daging dimasak dalam kuah santan yang sudah berminyak. Setelah masak, rendang ditiriskan terlebih dulu untuk mengurangi minyaknya sehingga diperoleh suwiran daging sapi yang tebal, renyah, gurih dan pedas.

Untuk menghasilkan rendang runtiah dengan citarasa istimewa, biasanya digunakan santan dari dua puluh butir kelapa untuk setiap satu kilogram daging sapi dalam satu kali pembuatan.

3. Rendang Ayam

Pengolahan rendang ayam sebenarnya tidak jauh berbeda.  Daging ayam dimasak dengan cara dihancurkan terlebih dahulu baik digiling, diurai atau hanya dipotong sesuai selera.

Tidak ada ketentuan pasti dalam pengolahan rendang ini. Bumbu rendang yang digunakan juga merupakan racikan yang sama dengan rendang daging sapi.

Pada perjamuan serta acara adat di beberapa daerah di Sumatera Barat, rendang daging ayam kerap disajikan bersama masakan lainnya.

Kini rendang ayam telah menyebar hingga luar Sumatera dan menjadi salah satu opsi menu sehari-hari yang diminati oleh masyarakat Indonesia.

4. Rendang Kambing

Rendang kambing merupakan jenis rendang yang kini sudah mulai langka dan jarang dikonsumsi oleh masyarakat Minangkabau.

Daging kambing dipercaya dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga jenis rendang ini kurang populer dibandingkan rendang lainnya. Namun, kamu masih bisa berjumpa dengan rendang kambing di Kabupaten Agam.

Pembuatan rendang daging kambing juga tidak jauh berbeda dengan rendang daging sapi, hanya saja bumbu rempah yang digunakan didominasi oleh cengkeh, pala, gardamunggu dan kemiri yang dihaluskan secara manual.

5. Rendang Telur 

Rendang yang satu ini memiliki dua macam jenis yaitu rendang telur pipih dan rendang telur khas Suliki.

Rendang telur pipih memiliki bentuk yang menyerupai kerupuk, khas dari Kota Payakumbuh.

Rendang ini menggunakan telur rebus yang diiris tipis hingga berbentuk seperti dendeng yang kemudian direndang hingga kering. Walaupun ada juga yang memasak bumbunya terlebih dahulu sampai kering baru mencampurkan dengan telur.

Di sisi lain, rendang telur khas Suliki memiliki bentuk menyerupai rendang hati dan paru, asalnya dari kecamatan Suliki, kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Cara memasaknya juga berbeda, yaitu bumbu rendang dimasak terpisah dengan telur. Sedangkan telur, dicampur dengan bumbu halus yang terbuat dari cabai, kunyit, lengkuas dan sedikit kayu manis. Telur yang dikocok hingga tercampur rata itu kemudian direbus hingga masak. Setelah masak, telur dipotong bentuk kotak baru kemudian dicampur dengan bumbu rendang.

6. Rendang Daun Kayu 

Rendang daun kayu sering juga disebut dengan “samba buruk” karena memiliki tampilan yang tidak sedap dipandang.

Namun, citarasa sangat berbeda dengan penampakannya.

Citarasa yang gurih serta tekstur kering membuat rendang daun kayu ini diminati oleh masyarakat Sumatera.

Bahan baku utama rendang ini adalah daun dari pohon surian (Toona), namun bisa juga menggunakan jenis dedaunan lain seperti daun jirak, daun mali-mali (Leea indica), dan daun rambai (Baccaurea motleyana).

Daun-daun tersebut dimasak dengan kuah santan hingga kecoklatan, kemudian ditambahkan ikan haruan (ikan gabus) dan kelapa parut.

Penggunaan kelapa parut dipercaya mampu membuat daun yang dimasak memiliki tekstur yang kering dan tidak lembek.

7. Rendang Pensi

Pensi merupakan sejenis kerang berukuran kecil dan halus. Pensi sendiri banyak dijual pinggiran Danau Maninjau, Sumatera Barat.

Umumnya, pensi diolah menjadi rendang dengan ciri khasnya tersendiri. Namun ada juga yang mengolah pensi dengan cara ditumis atau dimasak dengan bumbu balado.

Untuk rendang pensi ini, digunakan pensi sebagai bahan utama, yang ditambah daun pakis atau daun paku. Penggunaan daun pakis, bertujuan untuk mengimbangi tekstur yang kering pada rendang ini agar cukup lunak untuk dikunyah.

Meskipun ukurannya kecil, pensi tidak akan hancur ketika dimasak berkat tambahan parutan kelapa ke dalam kuah santannya.

Ukuran rendang pensi yang relatif kecil membuat kita ingin menyendok 5 hingga 10 buah pensi dalam satu suapan nasi.

(Baca Juga : Pasar Gede Solo, Tempat Pas Menikmati Kuliner Lokal yang Legendaris )

8. Rendang Belalang 

Jenis rendang yang satu ini mungkin sedikit berbeda dari rendang yang biasa dijumpai yakni rendang belalang atau masyarakat Minang biasa menyebutnya randang bilalang.

Jenis rendang ini hanya bisa ditemukan di Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Di sini, warganya sudah terbiasa menangkap belalang untuk dijual ataupun dimasak sendiri.

Bahkan, di Sijunjung sendiri terdapat suatu tradisi menangkap belalang ketika musim panen selesai, karena belalang biasanya hinggap di batang padi yang baru dipotong.

Rendang berbahan baku belalang ini tahan disimpan sampai satu bulan dan kerap dijadikan lauk pauk bagi pelajar atau warga yang menuntut ilmu atau merantau di tempat lain.

Untuk membuat rendang belalang, digunakan bumbu-bumbu seperti cabe, bawang, daun kunyit, serta serai yang dihaluskan, serta kelapa parut yang telah disangrai bersama bawang merah hingga kecokelatan, lalu dihaluskan.

Berbagai bumbu ini dimasukkan dalam santan yang telah dipanaskan hingga mendidih sambil diaduk sesekali hingga mengental.

Baru setelah itu belalang yang telah dibersihkan dimasukkan.

Agar menghasilkan rendang belalang yang lezat dan gurih, masakan harus diaduk selama dua jam lebih hingga kering dan berwarna kehitaman.

Rendang belalang ini memiliki citarasa yang gurih seperti udang. Selain diolah menjadi rendang, belalang oleh masyarakat Sisawah juga dapat dimasak menjadi gulai atau dimasak dengan bumbu balado.

9. Rendang Jariang

Di Bukittinggi, Jariang atau jengkol dipilih sebagai salah satu bahan rendang karena teksturnya lebih empuk dan mudah diolah. Namun salah satu permasalahan dalam mengolah jengkol adalah baunya.

Untuk mengurangi bau, jengkol direndam semalaman kemudian direbus bersama abu gosok.

Setelah itu kulit ari jengkol dikupas dan dibuang agar diperoleh jengkol yang empuk.

Selain direbus menggunakan abu gosok, jengkol juga dapat direbus langsung dengan berbagai bumbu rempah, kemudian dimasak kembali dengan bumbu rempah lain.

Untuk membuat rendang jariang, sebaiknya digunakan jengkol yang sudah tua karena memiliki tekstur lebih empuk, sehingga akan lebih mudah diolah menjadi rendang.

Sementara bumbu yang digunakan kurang lebih sama seperti dalam pembuatan rendang lainnya.

Jengkol sebaiknya ditambahkan ke dalam bumbu rendang ketika bumbu rendang sudah masak. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan bentuk jengkol yang baik serta tidak hancur.

Meski rendang jariang memiliki rasa yang nikmat, namun banyak pula yang menjauhi makanan ini karena dapat menyebabkan bau mulut.

10. Rendang Pakis

Rendang yang satu ini adalah masakan wajib di setiap perhelatan masyarakat Kabupaten Pasaman. Hingga dikatakan bahwa tuan rumah tidak dapat melangsungkan acaranya karena dianggap tidak beradat dan kurang syaratnya.

Selain harganya yang murah dan bahan bakunya yang mudah diperoleh, pengolahan rendang pakis juga terbilang cukup mudah.

Untuk membuat rendang pakis, setiap daerah memiliki caranya tersendiri. Ada yang langsung membuatnya menjadi rendang kering, adapula yang memasaknya menjadi setengah jadi terlebih dahulu.

Namun satu hal yang sama adalah pakis dimasukkan setelah bumbu rendang masak.

Rendang pakis akan lebih nikmat jika disantap ketika masih hangat dan ditemani dengan sambal hijau. Di daerah pesisir selatan, rendang pakis telah menjadi menu harian yang sering dicampur dengan lokan (kerang).

11. Rendang Sapuluik Itam

Rendang masyarakat Payakumbuh yang satu ini dibuat dari bahan yang cukup berbeda dan unik, yaitu ketan hitam. Ketan yang digunakan bukan yang masih dalam bentuk bulir utuh, melainkan yang sudah menjadi tepung.

Tepung ketan hitam tersebut dimasak dalam kuah rendang yang sudah mengental, kemudian ditambahkan dengan irisan kelapa untuk menambah rasa gurih.

Citarasa rendang sapuluik itam mirip seperti rendang hati sapi meski memiliki tekstur yang berbeda. Rendang sapuluik itam merupakan salah satu masakan yang wajib disajikan di setiap acara adat di daerah Simalanggang, Payakumbuh.

12. Rendang Lokan

Rendang lokan merupakan rendang khas pesisir, yang terbuat dari lokan yaitu sejenis kerang yang umumnya hidup di pesisir pantai dan air tawar.

Diperlukan teknik memasak khusus untuk mengolah lokan, karena jika tidak terlatih membuatnya akan terdapat bau anyir dan rasa pahit sehingga dapat merusak citarasa rendang.

Rendang lokan dimasak dengan berbagai macam rempah dan kunyit yang cukup banyak. Selain itu, lokan dimasukkan setelah bumbu rendang hampir masak.

Karena jika lokan dimasukkan lebih awal, daging lokan akan mudah hancur karena proses memasak yang cukup lama. Akan tetapi, jika lokan terlambat dimasukkan, lokan akan menjadi hancur dan rasanya masih sedikit pahit.

13. Rendang Bangka

Masyarakat Bangka Belitung juga punya olahan daging sapi yang dimasak menjadi rendang khas Bangka.

Perbedaannya ada pada proses pembuatannya.

Rendang khas Minangkabau diolah dengan cara santan dan bumbu rempah dimasak terlebih dahulu dalam kuali, baru kemudian daging dimasukkan.

Sedangkan rendang khas Bangka Belitung diolah dengan cara bumbu dan daging dimasak terlebih dahulu hingga daging empuk, baru kemudian santan dimasukkan dan dimasak hingga bumbu meresap.

Selain itu, potongan daging pada rendang Bangka agak lebih kecil dibanding rendang Minang.

Rasa pedasnya pun juga lebih mencolok. Rendang Bangka ini tidak mudah ditemukan di Bangka, karena orang hanya membuat rendang ini pada saat perhelatan atau saat hari Raya saja.

14. Rendang Liling 

Rendang khas Bengkulu ini dikenal dengan nama rendang liling. Keunikan rendang liling karena menggunakan bahan utama daging siput yang jarang dikonsumsi masyarakat pada umumnya.

Untuk membuat rendang liling cukup mudah, yaitu ragam bumbu seperti bawang merah, cabai merah, lengkuas, jahe, ketumbar dan bumbu lainnya dipanaskan bersama santan dan daging siput.

Dimasak hingga daging siput menjadi empuk dan bumbu meresap.

15. Rendang Nanas

Rendang buah yang satu ini merupakan masakan khas Lampung. Namun rendang nanas ini juga merupakan jenis lauk pauk yang mendapat pengaruh dari Minangkabau.

Secara umum, bumbu yang digunakan untuk membuat rendang nanas tidak jauh berbeda dengan rendang khas Minangkabau pada umumnya.

Perbedaannya adalah penggunaan gula kelapa. Kombinasi dari bahan dan bumbu menciptakan citarasa yang istimewa yaitu perpaduan antara manis, asam dan pedas.

Demikian tadi 15 Olahan Rendang yang ternyata bisa menghasilkan banyak sekali jenis jenis rendang. Mana yang jadi pilihan rendang favoritmu?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up